Ekbis

Puluhan Wali Murid PAUD dan TK Sulap Daun Pandan Jadi Kerajinan Bernilai Jual Tinggi

Lamongan (beritajatim.com)– Puluhan ibu wali murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Taman Kanak-Kanak (TK) Fastabikhul Khoirot Desa Ardirejo, Kecamatan Sambeng, Kabuputen Lamongan, memiliki kegiatan unik dengan cara membuat beragam kerajinan dari daun pandan.

Selain sebagai pengisi waktu luang. Daun pandan yang banyak dijumpai di kampungnya itu. Disulap menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi.

Dengan memanfaatkan halaman sekolah dan rumah-rumah warga. Ibu tersebut serius belajar membuat beragam jenis kreasi yang cantik dan unik dari bahan utama daun pandan.

Sebelumnya, daun pandan itu hanya dimanfaatkan warga untuk kerajinan anyaman tikar yang harganya relatif murah. Tidak sebanding dengan proses pembuatannya yang memakan waktu lama.

Kerajinan tangan (handicraft) dengan bahan dasar tanaman daun pandan milik warga bisa lebih dimanfaatkan. Pasalnya, Desa Ardirejo dikenal dengan sentra penghasil tanaman pandan.

Sri Utamai selaku Kepala Sekolah Fastabikhul Khoirot menuturkan, melalui kerajinan ini diharapkan mampu mendongrak nilai jual dibandingkan hanya dijadikan sebagai kerajinan tikar.

“Daun pandan tidak hanya bisa dibuat tikar saja. Tapi, juga bisa dikreasi menjadi kerajinan tangan seperti tas, dompet, sandal, tempat tissu, dan juga beraneka kerajinan unik lainnya seperti miniatur pesawat, gedung bertingkat, dan rumah ada,” tuturnya, Rabu (14/08/2019).

Sementara itu, Tatik Setiowati salah satu perajin mengatakan, kegiatan ini selain sebagai pengisi waktu saat menunggu anak belajar di sekolah juga bisa dijadikan tambahan penghasilan bagi ibu rumah tangga.

“Hasil kerajinan unik tersebut selama ini sudah banyak diminati warga sekitar. Namun, belum sampai keluar kota. Harganya pun tergolong murah mulai Rp 50 hingga 100 ribu rupiah tergantung jenis, dan tingkat kesulitan dalam pembuatannya,” pungkasnya. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar