Ekbis

PTPN XII dan Tiga Pekerja Berdamai di Gedung DPRD Jember

Jember (beritajatim.com) – PT Perkebunan Nusantara XII dan tiga orang pekerja lepas Kebun Banjarsari akhirnya berdamai dan menemui kesepakatan soal pesangon, di ruang Komisi D DPRD Jember, Jawa Timur, Jumat (5/4/2019).

Disaksikan Wakil Ketua Komisi D Suwignyo Widagdo dan Sekretaris Komisi D Nur Hasan, Manajer Kebun Banjarsari PTPN XII Ignatius Purwo Yuliantoko menyerahkan tali asuh pemutusan hubungan kerja masing-masing sebanyak Rp 8 juta atau setara dengan delapan kali gaji untuk tiga orang tersebut.

Semula tiga orang buruh ini, dengan didampingi aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, menuntut pesangon atas pemutusan hubungan kerja hingga puluhan juta rupiah.

Tosari yang mengaku memiliki masa kerja 34 tahun menuntut pesangon sekitar Rp 58 juta. Satar yang memiliki masa kerja 15 tahun menuntut pesangon Rp 51 juta. Rejo yang sudah bekerja selama 20 tahun menuntut 53 juta.

Tuntutan ini tak dikabulkan oleh Manajer Kebun Banjarsari PTPN 12 Ignatius Purwo Yuliantoko. Menurutnya, semula ada 13 orang pekerja berusia 65 – 80 yang diputus hubungan kerja, karena sudah memasuki usia rawan. Sepuluh orang setuju mendapat tali asih sebanyak tiga bulan gaji. Mereka per bulan mendapat gaji Rp 1 juta.

Tiga orang menolak. Manajemen kebun menawarkan lima kali gaji atau Rp 5 juta per orang. Ignatius mengatakan, tambahan dua kali gaji yang ditawarkannya itu berasal dari kantong pribadinya. Namun tiga orang itu masih juga menampik.

Dipimpin Sekretaris Komisi D Nur Hasan, mediasi semula berlangsung cukup ketat. Nur Hasan menyayangkan tidak adanya perjanjian kerja bersama antara manajemen kebun dan pekerja tersebut. Dia berharap agar semua manajemen memiliki perjanjian kerja bersama dengan pekerja agar mudah menyelesaikan persoalan.

Nur Hasan sempat menawarkan agar persoalan diselesaikan di pengadilan perselisihan hubungan industrial. Ini dikarenakan kedua belah pihak masih belum menemukan kesepakatan. Akhirnya, ketegangan mulai mereda setelah Budi Karyono dari Bagian Hukum PTPN XII menunjukkan adanya surat tuntutan dari GMNI agar tiga pekerja itu diberi tali asih sebanyak sembilan kali gaji.

“Supaya ini mengerucut dan ada titik temu, intinya kan yang di sini. Apa tidak bisa turun dari sembilan kali gaji? Kalau memang mau selesai hari ini,” tanyanya.

Akhirnya disepakati tiga orang pekerja itu masing-masing menerima Rp 8 juta per orang. “Kalau tahu begini (ada tuntutan GMNI tersebut), kita kan tidak usah ramai-ramai,” kata Nur Hasan.

Ignatius mengatakan, tambahan uang tali asih Rp 5 juta per orang pekerja itu berasal dari kantong pribadinya sebanyak Rp 6 juta, Budi Karyono Rp 6 juta, dan Kormenbun (Koordinator Manajemen Kebun) Rp 3 juta. “Sebenarnya resminya (tali asih) tiga bulan (gaji). Tapi okelah, uang pribadi kami sisihkan untuk mereka (menambah tali asih Rp 3 juta per orang). Yang penting tidak ramai,” kata Ignatius, usai rapat. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar