Ekbis

Profesor Unej Bisa Bantu Kebutuhan 6 Juta Ton Gula di Afrika

Jember (beritajatim.com) – Tahun 2020, kebutuhan gula di Afrika akan mencapai enam juta ton. Perusahaan Illovo Sugar Africa tengah memperluas lahan untuk mengantisipasi kebutuhan itu.

“Namun kami terbentur pada masalah produktivitas tebu karena lahan di Afrika yang umumnya lahan kering,” kata Nickholas Grantham, ilmuwan senior dari Illovo Sugar Africa, produsen gula terbesar di benua Afrika yang berpusat di Afrika Selatan, yang berkunjung ke Kabupaten Jember, Jawa Timur, 17-21 Juni 2019.

Bambang Sugiharto, guru besar sekaligus ketua Center for Development of Advance Science and Technology (CDAST) Universitas Jember, di Kabupaten Jember, memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan itu. Dia menemukan varietas bibit tebu tahan kering NXI-4T.

Varietas ini dikembangkannya mulai 2013. Saat ini dalam tahapan komersialisasi, setelah melewati uji keamanan hayati. Uji keamanan hayati ini meliputi uji keamanan lingkungan, uji keamanan pangan dan uji keamanan pakan.

Saat ini tebu tahan kering NXI-4T sudah ditanam dan dikembangkan oleh PT Perkebunan Nusantara XI sebagai pemegang hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) di beberapa lahan. Ada 30 hektare yang dikembangkan di Pabrik Gula Pagotan Madiun, dan di lahan PG Soedhono Ngawi seluas 10 hektare, dan di lahan tebu PTPN XI lainnya.

Axa berbagai opsi teknis terkait pengiriman bibit tebu tahan kering NXI-4T ke Afrika Selatan. Salah satunya dengan mengirimkan bibit tebu tahan kering dalam bentuk benih sintetis dalam kapsul.

Menurut Bambang, pengiriman bibit tebu tahan kering dalam bentuk stek dari Indonesia ke Afrika Selatan tampaknya tidak memungkinkan. Dengan jarak yang jauh, kemungkinan bibit rusak di perjalanan sangat besar.

“Oleh karena itu kami menawarkan pengiriman bibit tebu tahan kering dalam kapsul yang sudah kami kembangkan di CDAST. Selain aman, bibit tebu tahan kering yang dalam bentuk kapsul mampu bertahan hingga empat bulan. Bahkan bisa tahan hingga enam bulan asal suhunya dijaga di suhu empat derajat celsius,” kata Bambang, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Unej, Sabtu (22/6/2019). [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar