Ekbis

Potensi Buah Pepaya di Desa Akkor Palengaan

Pamekasan (beritajatim.com) – Produk berbahan dasar pepaya menjadi program unggulan mahasiswa Perkuliahan Kerja Nyata (PKN) XXIV Berbasis Participatory Action Research (PAR) Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, di Desa Akkor, Kecamatan Palengaan.

“Dari berbagai program yang kami lakukan di lokasi pengabdian, pemberdayaan masyarakat khususnya kaum ibu menjadi sasaran kami dalam memanfaatkan buah pepaya. Apalagi di desa Akkor, cukup banyak pohon pepaya yang hanya dimanfaatkan ala kadarnya,” kata Ketua Kelompok 3 Desa Akkor, Siti Romlah, Minggu (4/8/2019).

Pemilihan program pemberdayaan masyarakat melalui buah pepaya dinilai sangat cocok untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terlebih dengan cara pengolaan yang relatif mudah, didukung dengan biaya yang cenderung terjangkau.

“Melalui program ini, kami mencoba untuk menghasilkan produk berbahan dasar pepaya, yakni berupa abon pepaya dan kopi biji pepaya,” ungkap mahasiswa semester VII Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah (ESY) IAI Al-Khairat Pamekasan.

Tidak hanya itu, guna memberikan gambaran konkrit bagi masyarakat di lokasi pengabdian. Pihaknya menggagas program penyuluhan bersama tim penggerak PKK desa setempat, dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Khususnya masyarakat yang memiliki perkebunan pohon pepaya yang tersebar di berbagai dusun di desa setempat.

“Selama ini di desa Akkor, keberadaan pohon pepaya hanya dikonsumsi ketika matang saja. Bahkan sebagian di antaranya justru dibiarkan membusuk di batang pohon, sehingga keberadaan buah pepaya yang melimpah justru gagal diamnafaatkan masyarakat,” jelasnya.

Dari itu pihaknya mencoba dan berinisiatif untuk menciptakan produk berbahan dasar pepaya, sebagai langkah untuk mengembangkan potensi desa setempat. “Bahkan dalam program penyuluhan, kami juga melibatkan pihak Dinas Koperasi dan UMKM Pamekasan, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” beber Romlah.

“Apalagi dalam beberapa kesempatan, kami juga mencoba memamerkan sekaligus menjual produk berbahan dasar pepaya yang sudah kita bungkus dalam bentuk kemasan. Hasilnya lumayan menjanjikan dan tentunya berpotensi memberikan dampak kesejaglhteraan bagi masyarakat,” tegasnya.

Cara pembuatan abon pepaya terbilang mudah, mulai dari sayatan tipis hingga bergetah dan dicuci ke dalam air, kemudian dipotong menjadi beberapa bagian sesuai kebutuhan. Selanjutnya ditumbuk dengan campuran berbagai rempah dan dicampur dengan tepung beras.

Sementara untuk pembuatan kopi biji pepaya, juga tidak kalah mudah. Dimulai dengan mengambil biji pepaya yang sudah matang, selanjutnya dijemur hingga kering dan dicampur beras putih secukupnya. Guna menambah aroma bisa ditambah dengan buah nangka atau jahe. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar