Ekbis

PG Kembali Tingkatkan Penetrasi Pasar Pupuk Non Subsidi

Dirut Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi (kanan) saat meninjau panen perdana bawang merah di Desa Jagang, Kecamatan Blambangan, Lampung Utara yang menggunakan pupuk non subsidi NPK Phonska Plus.

Gresik (beritajatim.com) – Produsen pupuk skala regional PT Petrokimia Gresik (PG) secara aktif meningkatkan pasar pupuk non subsidi di tahun 2019. Difokuskannya ke pupuk non subsidi sebagai antisipasi mitigasi pengalihan pupuk PSO (public service obligation) dicabut, atau dialihkan oleh pemerintah.

“Kami meyakini produk pupuk non subsidi seperti NPK Phonska Plus berpotensi besar, memenuhi kebutuhan petani terutama yang selama ini tidak tercukupi oleh pupuk subsidi,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono saat dihubungi beritajatim.com, Jumat (11/01/2019).

Diakui Yusuf Wibisono, sebelumnya produksi pupuk non subsidi masih belum merata. Namun, saat ini penetrasi pasarnya terus digenjot mengingat pupuk tersebut mendapat respon positif dari kalangan petani maupun pelaku usaha pertanian. “Untuk menggenjot pupuk non subsidi, kami terus melakukan road show ke sejumlah daerah guna menyerap aspirasi petani. Setelah itu, melakukan langkah strategi penjualan,” tuturnya.

Selain menggenjot penjualan pupuk Phonska Plus lanjut Yusuf, PG juga menggenjot penjualan pupuk NPK Nitran yang dikhususkan buat tanaman hortikultura. “Keberadaan NPK Nitran nanti sama memenuhi kebutuhan pasar diluar pupuk subsidi,” ungkapnya.

Sejak pertama kali diluncurkan di pasar pada akhir tahun 2016. NPK Phonska Plus telah mencatat realisasi penjualan yang cukup baik. Pada tahun 2017 penjualan tercatat sebesar 49 ribu ton, dan pada tahun 2018 sebesar 50 ribu ton. Tahun ini, PG memasang target penjualan sebesar 70 ribu ton. “Kami sangat optimis target ini akan tercapai,” ujar Dirut PT Rahmad Pribadi.

Adapun sasaran utama pemasaran NPK Phonska plus, kata Rahmad, adalah wilayah yang memiliki serapan pupuk NPK tinggi atau belum tercakup dalam skema pupuk bersubsidi. Wilayah tersebut adalah sentra pertanian di beberapa kabupaten dari sejumlah provinsi, seperti Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

“NPK Phonska Plus merupakan solusi petani. Tujuannya, agar produktivitas pertanian tinggi, sehingga kesejahteraan petani bisa meningkat,” tandasnya sambil berpromosi. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar