Ekbis

Petani: Harga Bekatul Lebih Mahal daripada Padi

Jember (beritajatim.com) – Harga padi petani saat panen di Kabupaten Jember, Jawa Timur, anjlok. Harganya diklaim lebih rendah daripada harga bekatul.

Hal ini dikemukakan Ketua Forum Komunikasi Petani Jember Jumantoro, Selasa (26/3/2019). “Kami akan mengadu ke Komisi B DPRD Jember, Kamis besok. Kami ingin cari solusi,” katanya.

Menurut Jumantoro, harga padi varietas padi legowo sebelumnya Rp 3.500 per kilogram. Saat panen sekarang harga anjlok menjadi Rp 2.700 per kilo. “Bahkan ada yang Rp 2.500 per kilogram. Harga bekatul halus untuk pakan babi masih lebih mahal yakni Rp 3.400 per kilogram,” katanya.

Jumantoro mengatakan, hari ini di tingkat petani harga padi varietas Galur Harapan hanya Rp 2.600-3.300 per kilogram. Harga padi varietas IR Rp 3.300-3.700 per kilogram.

Perusahaan penggilingan menghargai rendah, menurut Jumantoro, karena menganggap kualitas beras jelek dan tak enak. “Petani yang susah sekarang,” katanya.

Sementara itu Badan Urusan Logistik belum menyerap padi petani. “Infonya stok Bulog masih banyak,” kata Jumantoro.

Padahal jika mengacu harga acuan Bulog, pembelian akan bisa membantu petani. Harga gabah kering panen di tingkat petani dihargai Rp 4.070 per kilogram dan di tingkat penggilingan dihargai Rp 4.125 per kilogram. Sementara untuk gabah kering giling, Bulog membeli dengan harga Rp 5.060 per kilogram di tingkat penggilingan. (wir/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar