Ekbis

Perubahan Iklim Pengaruhi Kopi dan Hutan di Indonesia

Jember (beritajatim.com) – Dampak perubahan cuaca sudah dirasakan di beberapa kawasan tanaman kopi di Indonesia.

Hal ini dikemukakan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Ruandha Agung Sugardiman, dalam kuliah umum bertema Tantangan Perubahan Iklim Masa Depan: Menstimulasi Upaya Aksi Mitigasi dan Adaptasi Masyarakat yang Cepat Tanggap terhadap Perubahan Iklim, di aula lantai tiga gedung rektorat dr. R. Achmad, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (19/7/2019).

“Kopi yang biasanya bisa ditanam di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, kini hasilnya tidak optimal. Petani kopi memilih menanam kopinya di daerah yang memiliki ketinggian lebih tinggi,” kata Ruandha, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Universitas Jember, Sabtu (20/7/2019).

Hal ini berdampak pada hutan. Petani akhirnya merambah hutan konservasi yang berfungsi sebagai cadangan air dan penghasil oksigen. “Jika hal ini dibiarkan maka makin banyak hutan kita yang beralih fungsi,” kata Ruandha.

Pengurangan GRK (Gas Rumah Kaca) oleh semua negara di dunia sesuai arahan PBB dan diharapkan mampu mengerem kenaikan suhu dunia hingga hanya berkisar pada 1,5 derajat celcius saja.

“Sebab jika sudah melampaui angka tersebut, maka akan banyak negara yang terkena dampaknya, termasuk Indonesia yang merupakan negara tropis sekaligus negara kepulauan,” ujar Ruandha. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar