Ekbis

Penuhi Kebutuhan Jelang Lebaran, Pasokan Elpiji di Tuban Ditambah 6%

Tuban (beritajatim.com) – Selama bulan Ramadan dan juga menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, kebutuhan untuk konsumsi LPG di Jawa Timur (Jatim) termasuk di Kabupaten Tuban mengalami peningkatan, Kamis (16/5/2018).

Guna memastikan di pasokan lancar, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V mempersiapkan strategi penyaluran LPG yang optimal pada saat Ramadan dan Idul Fitri. Yakni Pertamina membentuk tim Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2019 yang akan bertugas mulai tanggal H-15 hingga H+15.

Data yang dihimpun beritajatim.com, pada kondisi normal rata-rata konsumsi untuk LPG di Jatim mencapai sebesar 5.070 Metric Ton (MT) per hari. Sedangkan untuk bulan Ramadan kali ini, Pertamina memprediksi konsumsi LPG akan mengalami kenaikan dengan estimasi mencapai 5.520 MT per hari.

“Untuk kebutuhan LPG selama Ramadan sampai dengan Idul Fitri di wilayah Jatim diprediksi akan naik sebesar 9 % dari konsumsi normal,” terang Ghalihaji Wahada Hadipranata, Section Head Communication & Relation Pertamina MOR V.

Adapun untuk kebutuhan LPG di Tuban, Pertamina memprediksi terjadi kenaikan konsumsi sebesar 6% dari konsumsi normal sebesar 113 metric ton (MT) per hari atau 37.700 tabung. Yakni menjadi 40.000 tabung per hari atau 120 MT, bahkan untuk realisasi dari tanggal 1-12 Mei lalu tercatat sebesar sekitar 42.500 tabung per hari.

“Guna memenuhi kebutuhan LPG 3 kilogram untuk masyarakat Tuban, Pertamina MOR V juga telah melakukan upaya penambahan suplai. Kebutuhan LPG di Tuban ini dilayani oleh 18 Agen dan 825 Pangkalan ditambah 9 Agen Siaga dan 73 Pangkalan Siaga LPG,” sambungnya kepada awak media.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan pasokan LPG khususnya di Jawa Timur, Pertamina mengoptimalkan stok di 6 Depot dan Kilang LPG, serta seluruh SPPBE yang ada di Jatim. Pihak Pertamina juga berkoordinasi dengan lembaga penyalur LPG, untuk mengaktifkan Agen dan Pangkalan Siaga, yang tetap buka melayani di hari libur.

“Kalau di Jawa Timur, jumlah Agen Siaga mencapai 352 untuk LPG 3 kilogram dan 64 agen untuk LPG Non-subsidi. Sedangkan Pangkalan Siaga LPG 3 kilogram mencapai 3.800, termasuk SPBU yang menyediakan LPG 3 kilo,” terang Ghalih.

Guna melancaran proses distribusi dan mencegah pasokan telat, Pertamina MOR V telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BPH Migas, Kepolisian, Dinas Perhubungan serta Dinas ESDM, dan juga mitra Pertamina seperti Hiswana Migas.[mut/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar