Ekbis

Pasokan Kurang, Harga Cabai di Ponorogo Melambung

Ponorogo (beritajatim.com) – Kurangnya pasokan cabai lokal, menjadi salah satu penyebab naiknya harga cabai di bumi reyog. Kepala bidang perdagangan Dinas Perdagkum Ponorogo Totok Basuki mengungkapkan cabai dari petani di Ponorogo hanya mampu menyuplai 30 persen dari kebutuhan pasar.

”Seminggu ini kami terus memonitor harga cabai di beberapa pasar di Ponorogo,” katanya, Jumat (12/7/2019).

Selain memonitor harga cabai lokal, pihaknya juga meninjau pasar terkait adanya cabai impor. Biasanya saat harga naik seperti ini, cabai impor mulai masuk pasar-pasar tradisional. Masuknya cabai impor tersebut, kata Totok merupakan kebijakan dari pemerintah pusat.

”Kami hanya mengawasi dan mengecek apa yang terjadi di lapangan. Adanya cabai impor merupakan kebijakan dari pemerintah pusat langsung,” katanya.

Sementara itu, pantauan beritajatim.com di pasar legi Ponorogo, kenaikan harga cabai ini sudah terjadi sejak seminggu ini. Harga cabai merah besar, sebelumnya Rp. 35 ribu sekarang menjadi Rp. 50 ribu. Sedangkan  cabai rawit yang biasanya dikisaran harga Rp. 25-30 ribuan per kilogram sekarang naik sampai Rp 60 ribu.

”Semua cabai baik itu rawit maupun cabai merah besar seminggu ini naik drastis,” Suprihatin, salah satu pedagang yang ditemui beritajatim.com.

Dia memperkirakan kenaikan ini karena pasokan yang kurang. Sebab daerah penghasil cabai seperti Kediri belum panen. Dengan naiknya semua jenis cabai ini, Suprihatin menyebut dirinya tidak menyetok banyak. Karena sejak naik, pembeli juga enggan membeli dalam jumlah banyak.

”Pembeli juga sepi saat naik begini. Kalaupun ada belinya tidak sampai setengah kilo,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar