Ekbis

Pasar Florikultura Menjanjikan, PG Perbanyak Pupuk Komersial

Gresik (beritajatim.com) – PT Petrokimia Gresik (PG) mulai memperbanyak pupuk komersial khusus florikultura. Langkah ini diambil karena florikultura merupakan pasar potensial yang belum tergarap secara maksimal oleh produsen pupuk lainnya.

Dirut PT Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menuturkan, dari hasil blusukan ke beberapa tempat termasuk di Kabupaten Tegal yang menjadi sentra budidaya melati. Ada 200 hektar petani disana yang membudidayakan tanaman bunga melati.

“Ini menunjukkan pasar florikultura sebenarnya sangat potensial untuk penetrasi produk komersial Petrokimia Gresik,” tuturnya, Kamis (13/02/2020).

Menurut Rahmad, di Kabupaten Tegal, rata-rata petani mampu menghasilkan panen melati hingga mencapai 3 ton per hektare. Sedangkan potensi panen puncak terjadi pada bulan November-Desember atau pada peralihan musim dari kemarau ke hujan.

“Panennya mampu menembus 5 ton per hektarenya. Dalam budidaya, petani florikultura memupuk tanaman dua minggu sekali, menggunakan pupuk komersial jenis pupuk Urea, Phonska, SP-36 dan pupuk organik,” paparnya.

Ia menambahkan, budidaya melati adalah pasar yang tidak sensitif terhadap harga. Mereka lebih mengharapkan hasil yang maksimum. Cocok untuk pasar premium. Petrokimia Gresik memiliki potensi untuk mengisi pasar budidaya melati ini.

“Pupuk florikultura adalah salah satu media bagi Petrokimia Gresik untuk penetrasi ke niche market guna mendukung transformasi bisnis perusahaan. Menurutnya, niche market atau pasar yang sangat fokus terhadap suatu jenis atau layanan tertentu ini tidak boleh ditinggalkan. PasalnyaN pasar tersebut memberikan profitability yang sangat besar bagi perusahaan,” imbuhnya.

Penetrasi pasar florikultura ini lanjut dia, merupakan bagian dari strategi transformasi bisnis Petrokimia Gresik yang salah satunya menekankan upaya segmenting dan targeting. Setiap segmen akan dipenetrasi dengan brand tertentu, sesuai dengan customer behavior.

“Florikultura merupakan pasar premium, produk yang kita siapkan juga harus sesuai dengan kebiasaan mereka, sehingga mudah untuk diterima,” tandasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar