Ekbis

Panen Perdana Kelengkeng, Satu Pohon Hasilkan 40 Kg

Tuban (beritajatim.com) – Meski awalnya sempat ragu-ragu untuk menanam, hasil budidaya buah kelengkeng yang dilakukan oleh sejumlah petani yang ada di Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban nampaknya sudah mulai bisa dinikmati dan dirasakan.

Kali ini sebagian petani yang ikut melakukan budidaya kelengkeng jenis kateri itu sudah mulai panen perdana dengan hasil yang memuaskan. Budidaya yang dilakukan sejak tahun 2016 akhir lalu kini hasil panen setiap pohon sudah bisa mencapai 40 kilogram.

Budidaya buah kelengkeng yang dilakukan oleh para petani yang tergabung dalam kelompok tani Ngudi Tirto Makmur itu merupakan bibit bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Di desa tersebut awalnya mendapatkan bantuan bibit termasuk dengan pupuknya serta pendampingan dalam perawatannya.

“Awalnya kita mendapatkan bantuan bibit pohon kelengkeng itu sekitar 6.000 bibit pada akhir 2016 lalu. Mungkin untuk saat ini yang masih bagus ada sekitar 4.500 sampai 5.000 pohon,” terang Wiyono (42), yang merupakan kelompok tani Ngudi Tirto Makmur, Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Tuban, Kamis (28/3/2019).

Sebanyak 6.000 bibit kelengkeng tersebut ditanam di lahan milik para petani yang tergabung dalam kelompok. Yang mana ada sekitar 25 hektar lahan pertanian yang ditanami buah kelengkeng dengan jenis kateki tersebut.

“Ini yang panen perdana baru ada sekitar dua hektar. Hasilnya juga bagus, satu pohon bisa panen 20 sampai 25 kilogram, bahkan ada yang satu pohon sudah bisa menghasilkan 40 kilogram,” papar Wiyono saat berada di kebun Kelengkeng itu.

Buah Kelengkeng Kateki yang dihasilkan dari budidaya di lahan para petani tersebut sangat luar biasa. Pasalnya, buahnya mempunyai rasa manis yang khas, daging sangat tebal dan tidak lembek, sedangkan isi dari buah tersebut kecil dibandingkan dengan buah kelengkeng pada umumnya.

“Memang kita menunggu cukup lama dari tanam sampai panen ini, tapi untuk hasilnya ini sangat memuaskan. Dan mudah-mudahan kalau pohonnya sudah besar juga lebih banyak lagi buahnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kacung Wibowo (26), salah satu petani yang ikut budidaya kelengkeng tersebut mengaku sangat beruntung bisa mendapatkan bibit tersebut. Kacung ikut budidaya kelengkeng kateki itu di lahan sekitar setengah hektare yang selama ini ditanami jagung dan juga kacang.

“Meski tanam kelengkeng tapi masih bisa tanam yang lain, ini habis saya tanami cabe juga. Terus rencana akan saya tanam melon,” jelas Kacung Wibowo, petani Kelengkeng yang baru saja panen itu. [mut/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar