Ekbis

Shell Technology Forum 2019

Pakai Pelumas Tepat, Hemat 30 Persen Biaya Operasional

Bali (beritajatim.com)–Shell Lubricants Indonesia kembali menyelenggarakan Shell Technology Forum yang kali ini berlangsung pada 2-4 September 2019 di Nusa Dua, Bali.

Kali ini, kegiatan tersebut mengangkat tema “Operations and Maintenance: The Next Generation”. Acara ini dibuka Achmad Sigit Dwiwahjono, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian RI, dengan didampingi Dian Andyasuri, Direktur Pelumas PT Shell Indonesia.

Shell Technology Forum ini merupakan bagian dari program Shell Expert Connect, sebuah wadah baru untuk pengembangan inovasi dan kolaborasi yang digagas Shell untuk para pelaku industri.

”Shell sebagai salah satu pemasok produk pelumas nomor satu di dunia dengan konsumen di lebih dari 100 negara, percaya bahwa untuk menghasilkan solusi komprehensif pada era perubahan ini diperlukan kolaborasi dan inovasi berkelanjutan. Karena itu, kami menghadirkan Shell Technology Forum yang merupakan bagian dari Shell Expert Connect untuk memberikan wawasan mengenai perkembangan industri dan teknologi terbaru. Hal ini tak lepas dari komitmen kami terus berkontribusi bagi perkembangan industri dan pembangunan di Indonesia,” Dian Andyasuri, Direktur Pelumas PT Shell Indonesiadi sebagaimana rilis Shell Indonesia yang diterima beritajatim.com, Selasa (3/9/2019) petang.

Achmad Sigit Dwiwahjono, Sekjen Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menambahkan, Indonesia tengah merevitalisasi sektor industri manufaktur yang sejak beberapa tahun terakhir memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Inovasi memiliki peranan sangat penting dalam perkembangan industri dalam mewujudkan visi dan misi Indonesia 4.0. “Saya harap kegiatan seperti Shell Technology Forum dapat membantu meningkatkan wawasan pelaku industri serta mendorong pengembangan potensi SDM unggul Indonesia menuju masa depan,” katanya.

Tahun ini, topik yang diangkat adalah seputar inovasi industri sebagai solusi dalam mengatasi tantangan energi global dari segi operasional dan pemeliharaan.
“Teknologi yang ditawarkan Shell mengedepankan efisiensi energi untuk memperpanjang usia mesin. Pelumas hanya berkontribusi sebesar 1-2% dari total biaya pemeliharaan, namun dengan mengoptimalkan penggunaan pelumas yang tepat di seluruh kegiatan operasional, pelaku bisnis bisa menghemat hingga 30% dari keseluruhan biaya operasional,” jelas Dr Cameron Watson, GM Shell Global Commercial Technology China dan Asia Pacific.

Shell Technology Forum kali ini menghadirkan para pakar di bidang industri, teknologi, dan inovasi untuk berbagi pengalaman dan memberikan wawasan mengenai teknologi masa kini untuk dapat mengantisipasi pergerakan Revolusi Industri 4.0.

Turut hadir sebagai pembicara di antaranya Kusmayanto Kadiman (mantan Menteri Riset dan Teknologi), Handry Satriago, CEO GE Indonesia; Made Wahyu Wiratma, President Director INNIO Power Indonesia; Andre Darmidjas, President Director Agrekko Indonesia, dan pakar teknologi dari jaringan Shell internasional.

Para pembicara ini berbagi pengetahuan dalam berbagai forum diskusi terkait tren industri di masa depan, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), teknologi digital pada industri pertambangan, penggunaan biodiesel dengan kadar yang lebih tinggi dan Euro IV, hingga mobilitas masa depan menuju emisi netto nol (net-zero emission). [air]

Apa Reaksi Anda?

Komentar