Ekbis

PAE Buncop PG Jadi Alternatif Wisata Keluarga

Gresik (beritajatim.com) – Keberadaan kebun percobaan (Buncop) milik PT Petrokimia Gresik atau PG yang disulap menjadi area Petro Agrifood Expo (PAE) 2019 sangat dirasakan oleh masyarakat Gresik. Sebab, adanya buncop tersebut bisa dijadikan alternatif wisata keluarga.

Buncop yang berada di Jalan Notoprayitno setiap setahun sekali selalu dikunjungi masyarakat. Baik itu kalangan anak-anak, remaja hingga orang tua. Mereka selalu menunggu momen yang pas. Tepatnya, saat penutupan PAE 2019. Sejak pagi hingga sore hari ribuan masyarakat berduyun-duyun hanya untuk belanja sayur, buah-buahan serta tanaman hias dengan cara memetik sendiri.

Masyarakat pun rela menunggu berjam-jam hanya demi bisa berbelanja dengan cara memetik sendiri. Pasalnya, kegiatan seperti itu cuma ada di daerah dingin seperti di Batu, Malang, serta kawasan Dieng, Wonosobo. Namun, apa yang dilakukan pengelolah buncop harus diapresiasi. Pasalnya, di daerah Gresik yang kategori dataran rendah serta panas, buah-buahan, sayur-mayur serta tanaman fresh bisa hidup.

Tidak heran jika, masyarakat Gresik selalu menantikan momen tersebut. Meskipun harus rela datang pagi-pagi demi bisa menikmati hamparan yang hijau, dan sejuk seperti halnya di dataran tinggi. Sewaktu dibuka untuk umum, dalam waktu sekejab, seluruh isi di lahan pertanian tersebut ludes. Masing-masing warga memborong. Ada yang membawa dua hingga tiga jenis sayuran dan buah. Usai memetik, warga pun antri di pintu kasir yang sudah disediakan panitia.

Bukan hanya kalangan ibu-ibu saja yang bisa menikmati. Anak-anak pun juga ikut bahagia diajak berbelanja dengan cara memetik sendiri. “Kegiatan seperti ini bisa dijadikan alternatif wisata keluarga. Sebab, ada edukasinya juga,” tutur Diah Imaningtyas (39) warga asal Perum Gresik Kota Baru (GKB), Minggu (14/7/2019).

Perempuan yang berprofesi sebagai karyawan swasta itu mengaku setiap tahun selalu menyempatkan bersama anak serta suami ke buncop sewaktu ada kegiatan PAE. “Kami selalu beramai-ramai ke buncop. Sebab, harga sayur dan buah yang dijual sangat terjangkau. Apalagi langsung memetik sendiri,” ungkapnya.

Diah berharap kegiatan seperti ini tidak hanya setahun sekali. Tapi, bagaimana sekolah yang ada di Gresik bisa memanfaatkan buncop itu sebagai sumber pembelajaran untuk mengetahui variasi buah-buah, serta tanaman untuk manfaatnya. “Kalau bisa tidak hanya setahun sekali. Tapi, dikemas juga untuk pembelajaran buat anak sekolah,” tutur Diah.

Terkait dengan kegiatan PAE 2019 di buncop ini, Manager Humas PT Petrokimia Gresik Muhammad Ikhwan mengatakan, ada banyak buah-buah serta sayur-mayur maupun tanaman hias hasil inovasi (Riset) yang dikembangkan di buncop.

“Untuk buah-buahan terdapat sekitar 3000 melon yang disediakan untuk warga. Selanjutnya, ada ribuan ikat sayur segar. Hanya kurun waktu dari 5 menit sudah ludes diserbu warga,” katanya.

Ihwan juga menjelaskan, petik buah dan sayur ini selain memberikan kualitas sayur yang bagus, juga memberikan edukasi kepada masyarakat supaya cerdas berplastik. Pasalnya, setiap pengunjung diberikan kantong belanja gratis.

“Di kegiatan PAE 2019 ini. Kami juga mendidik masyarakat agar hidup sehat. Hal ini karena sayur mayur dan buah-buahan merupakan kelengkapan makanan empat sehat lima sempurna,” pungkasnya. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar