Ekbis

OJK: Masyarakat Harus Bijak Gunakan Fintech

Ponorogo (beritajatim.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung keberadaan perusahan digital yang berkembang di Indonesia khususnya perusahaan financial technology (fintech). Karena ini merupakan suatu inovasi-inovasi dalam revolusi industri 4.0.

Namun OJK sebagai regulator berharap fintech tersebut juga memperhatikan aspek perlindungan kepada masyarakat. “OJK mendukung fintech asal beroperasi dengan tata kelola yang baik. Sehingga perlindungan pada masyarakat terpenuhi,” kata Kepala OJK Regional 4, Heru Cahyono, Kamis (21/3/2019)

Meskipun begitu, kata Heru, masyarakat juga harus paham dan bijak dalam menggunakan fintech, terutama yang menyalurkan pinjaman (peer to peer lending). Agar masyarakat atau konsumen yang melakukan pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan. “Kemudahan yang ditawarkan oleh fintech harus dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Heru menyebut, perusahaan fintech yang sudah mendaftar dan mendapat izin dari OJK baru 99 perusahaan. Sedangkan saat ini yang berkembang dimasyarakat banyak sekali. Tentunya masyarakat harus selektif dan memilih yang sudah terdaftar dan mendapat izin dari OJK. “Kalau belum tahu, masyarakat bisa tanya ke OJK lewat call center 157,” katanya.

Perusahaan fintech yang sudah terdaftar dan mendapat izin tentunya akan patuh dengan peraturan yang dikeluarkan OJK. Dimana aturan tersebut dibuat untuk perlindungan masyarakat. “OJK selain bertugas untuk pengawasan lembaga keuangan fintech, juga melindungi dan memberikan edukasi ke masyarakat,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar