Ekbis

Musim Kemarau, Petani Padi di Mojokerto Gagal Panen

Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan hektar tanaman padi milik petani di Desa Watesprojo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto mengalami gagal panen. Sejak sebulan terakhir, tanaman padi milik petani mengalami kekeringan sehingga para petani gagal panen.

Sedikitnya, 10 hektar tanaman padi milik para petani sudah mulai berbuah namun sawah milik petani tak teraliri air. Tak adanya aliran air menyebabkan kondisi tanah sawah mulai retak sehingga tanaman padi milik petani mengalami kekeringan dan dipastikan gagal panen.

Salah satu petani, Ahmad (65) mengatakan, lebih dari sebulan saluran irigasi tak teraliri air. “Sawah saya tak mendapatkan pasokan air sehingga menyebabkan tanah mulai retak-retak. Padahal musim kemarau diperkirakan masih akan terjadi hingga Oktober nanti,” ungkapnya, Jum’at (19/7/2019).

Masih kata Ahmad, usia tanaman padi milik petani satu hingga dua bulan dan sebagian mulai berbuah. Sebagian para petani harus mengeluarkan uang lebih untuk mengairi sawahnya dengan cara memompa menggunakan mesin diesel dari sumber air yang di bor.

“Tapi tidak semua areal sawah bisa dialiri dengan air menggunakan mesin diesel karena tidak semua sawah sudah dipasang bor pipa untuk aliran air dari dalam tanah sehingga tanaman padi dibiarkan mati. Satu-satunya cara memang harus menggunakan mesin diesel,” katanya.

Masih kata Ahmad, mengaliri sawah dengan menggunakan mesin diesel itu harus mengeluarkan biaya tambahan setiap harinya untuk membeli bahan bakar. Setiap hari, para petani harus mengeluarkan uang tambahan sebesar Rp50 ribu untuk membeli solar.

“Ini karena Dam Toros yang biasanya digunakan untuk mengalirkan air dari Sungai Brantas tidak berfungsi. Sebagian petani membiarkan mati dan menjadi makanan ternak. Ya jelas rugi karena sudah mengeluarkan biaya hingga seusia ini,” tuturnya.

Kerugian para petani dikeluarkan mulai sejak masa cocok tanam. Seperti biaya untuk pengolahan lahan, persemaian benih hingga tenaga perawatan dan pemupukan. Petani hanya bisa berharap bantuan pemerintah untuk meningkatkan air irigasi.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar