Ekbis

Mitra Grab Eksodus ke Gojek?

Jakarta (beritajatim.com) – Persaingan antar platform ojek online salah satunya aksi eksodus mitra driver Grab yang beralih menjadi mitra Gojek di Bandung.

Andika Wenas, salah satunya, yang berharap menjadi mitra Gojek lebih sejahtera sehingga dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Saya merasa nyaman di Gojek. Lebih menguntungkan bagi saya. Bisa menghidupi keluarga saya. Begitulah juga bagi driver lain. Sama pemikirannya dengan saya. Makanya banyak yang pindah,” kata Andika, aksi eksodus ini terjadi sejak Kamis (20/5/2019).

Ketua Forum Komunitas Driver Indonesia Muhammad Rahman Tohir mengatakan, tidak heran dengan munculnya fenomena hijrah puluhan driver Grab menjadi mitra Gojek. Selama ini, para mitra merasa kesulitan dengan sistem pembayaran dari aplikator.

Cang Rahman, begitu panggilan akrabnya, mengatakan bahwa teman-teman driver lebih tertarik dengan sistem pembayaran Gojek dibandingkan Grab. Dia mengungkapkan, pembayaran Gojek bisa diterima driver per hari. Sedangkan Grab, pembayaran dilakukan dengan periode tertentu.

“Ini masalah teknis yang membuat teman-teman berbondong-bondong pindah ke Gojek,” katanya.

Cang Rahman berpendapat, teman-teman mitra driver juga merasa lebih aman bekerja dengan perusahaan yang dibangun oleh Nadiem Makarim tersebut. Seperti kasus driver mitra Go-car yang mengalami kejang-kejang beberapa waktu lalu di Jakarta Selatan.

“Ini juga yang bikin teman-teman driver salut. Mereka tentu lebih ingin bekerja, mencari penumpang dengan aman. Langkah Tim Satgas Laka Gojek yang bergerak cepat dan penanggungan uang pengobatan yang cepat tentunya kami apresiasi,” katanya.

Tidak hanya soal pendapatan dan keamanan dalam bekerja atau mencari penumpang, alasan mereka pindah juga karena lebih mendukung karya anak bangsa, atau perusahaan asli Indonesia. Sedangkan Grab, merupakan perusahaan transportasi berbasis aplikasi online yang berasal dari negara tetangga, Malaysia.

Seperti yang diakui Andika. Dia memilih bermitra dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa dibandingkan Grab. “Dan yang paling saya suka, Gojek itu produk asli Indonesia,” katanya.

Vice Presiden of Corporate Affairs PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) Michael Reza Say mengatakan, menyambut baik hal tersebut. Dia mengatakan bahwa migrasi driver merupakan cerminan Gojek selama ini.

“Ini merupakan cerminan Gojek dalam menghargai kerja keras mitra driver. Sebagai pelopor ride-hailing di Indonesia yang saat ini telah menjadi super-app, kami bangga dapat memfasilitasi profesi ojek online untuk bersama terus melayani jutaan masyarakat Indonesia,” tandas Michael Reza.

Redaksi beritajatim.com sudah melakukan konfirmasi terhadap manajemen Grab atas permasalahan ini. Namun hingga berita ini tayang, pihak Grab belum memberikan balasan. [rea/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar