Ekbis

Meraung, Meronta, Gambaran 400 Anak Ikuti Khitanan PG

Gresik (beritajatim.com) – Meraung serta meronta-ronta itulah gambaran 400 anak yang mengikuti khitan massal umum yang diselenggarakan anak usaha PT Pupuk Indonesia (persero) yakni PT Petrokimia Gresik (PG).

Ratusan anak-anak sebagian besar ketakutan, dan menangis saat dinaikkan ke meja medis. Bahkan, ada salah satu anak terpaksa dipegangi erat-erat oleh neneknya karena terus berontak sebelum dikhitan. Hal itu dialami oleh Muhammad Aditia (7) yang diantar neneknya Rosidah (50) warga asal Jalan Akim Kayat Gresik.

Menurut penuturan Rosidah, cucunya memang sudah lama meminta khitan sebelum masuk sekolah. “Mumpung masih liburan sekolah. Cucu saya Adit sudah lama ingin dikhitan dan mendaftar ikut khitan massal yang diselenggarakan PG,” tuturnya, Rabu (26/06/2019).

Bagi Rosidah mengantar Adit merupakan pengalaman pertama mengantar cucunya mengikuti khitan massa. Dirinya, kaget setelah nama cucunya dipanggil tim medis. Cucunya malah meronta-ronta dan meminta balek ke rumah melihat tenaga medis sudah memegang peralatan seperti gunting, alat laser, dan lain-lain. “Sewaktu melihat peralatan medis cucu saya, Adit langsung berontak dan memarah-marahi sambil mengumpat tidak ingin dikhitan,” ujarnya.

Setelah dibujuk rayu sambil dipegangi erat-erat kedua tangan dan kakinya. Barulah tenaga medis bisa melakukan tugasnya.

Hal yang berbeda dialami oleh peserta Nasrul Milanda Syamsa (10) putra keenam dari pasangan Etik Athiyyah (46) dan M.Nasikh (50) almarhum. Warga asal Jalan Veteran Madya I Gresik itu, melakukan cara lain saat mengantar anaknya. Etik nama panggilannya mengarak anaknya seperti pawai. Beberapa penghobi sepeda angin juga ikut mengawal. “Arak-arakan ini sengaja kami lakukan biar anak saya senang sebelum dikhitan,” ungkapnya.

Bahkan, Etik dengan rela memodifikasi motor peninggalan suaminya serta menambah pernak-pernik agar anaknya senang. Dirut PT Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi mengatakan, rangkaian kegiatan khitan massal ini merupakan perwujudan rasa syukur kami atas usia baru PG yang akan genap 47 pada 10 Juli mendatang. “Peserta khitan massal tahun ini berasal dari sekitar perusahaan PG, dan beberapa diantaranya warga desa sepanjang pipa air Babat (Lamongan) serta Gunungsari (Surabaya),” katanya.

Pelaksanaan khitan massal ini, PG menggelontorkan dana sebesar Rp 394 juta. Sedangkan selama 34 tahun terakhir, PG telah mengkhitankan sekitar 8.132 anak. [dny/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar