Ekbis

Maret 2019, Sumenep Alami Deflasi 0,07 Persen

Sumenep (beritajatim.com) – Kabupaten Sumenep mengalami deflasi 0,07 persen pada Maret 2019. Berbeda dengan Jawa Timur yang justru mengalami inflasi 0,16 persen, dan nasional juga mengalami inflasi 0,11 persen.

“Untuk 8 kota IHK di Jawa Timur, tiga kota mengalami deflasi, dan empat kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi di Probolinggo 0,12 persen. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di kota malang, yakni 0,36 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Syaiful Rahman, Rabu (03/04/2019).

Ia memaparkan, dari tujuh kelompok pengeluaran, tiga kelompok mengalami deflasi, dan empat kelompok mengalami inflasi. Kelompok bahan makanan mengalami deflasi tertinggi sebesar 0,56 persen, diikuti kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,09 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar mengalami deflasi 0,04 persen.

“Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,52 persen, diikuti kelompok kesehatan 0,43 persen,” paparnya.

Menurutnya, komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi adalah beras, tongkol pindang, dan daging sapi. “Sedangkan komoditas utama yang mendorong inflasi adalah bawang merah, bawang putih, dan laptop,” terangnya.

Sementara untuk laju inflasi komulatif Sumenep pada Maret 2019 mencapai minus 0,12 persen, Jawa timur 0,32 persen, dan Nasional sebesar 0,35 persen. “Untuk laju inflasi year on year di Sumenep mencapai 1,95 persen. Angka ini lebih rendah dibanding inflasi year on year Jawa Timur 2,35 persen, dan Nasional sebesar 2,48 persen,” papar Syaiful. (tem/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar