Ekbis

Lahan Parkir Pasar Bojonegoro Jadi Rebutan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Lahan parkir yang ada di Pasar Kota Kabupaten Bojonegoro menjadi rebutan. Lahan parkir di seputaran pasar itu sebelumnya dikelola oleh Paguyuban Bojonegoro Solid (PBS), namun masa kontraknya sudah berakhir pada 31 Desember 2018 lalu.

Menurut Ketua Paguyuban Karya Muda Peduli (PKMP) Kabupaten Bojonegoro, Sugihartono Sahputra seharusnya setelah masa kontrak habis, pengelolaan parkir di area pasar harus dilakukan secara lelang. “Seharusnya pengelola pasar kosong karena kontrak lelang sudah habis,” ujarnya, Senin (4/2/2019).

Sementara saat ini, menurut dia, area parkir masih diisi oleh juru parkir yang berasal dari PBS. Ditambah, juru parkir yang tidak termasuk didalam lembaga Dinas Perhubungan (Dishub) Kabuaten Bojonegoro namun diberikan atribut dan seragam Dishub.

“Sehingga juru parkir itu merupakan dishub abal-abal. Ada apa dibalik semua ini, cara perekrutan tidak melalui mekanisme yang ada. Ini tokoh dalangnya Iskandar (Kepala Dishub),” ujarnya.

Dishub seharusnya, kata dia, harus melakukan lelang kembali untuk menentukan siapa yang akan mengisi juru parkir di area pasar. Dengan pertimbangan, adanya lelang tersebut sehingga bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD). “Sehingga tidak ada yang ilegal. Dan selama masa kekosongan itu diisi oleh juru parkir dari Dishub sendiri,” tegasnya.

Untuk menyampaikan keinginan tersebut, dia bersama dengan sejumlah pengurus PKMP melakukan hearing bersama dengan Komisi A DPRD Bojonegoro. Diharapkan dengan adanya hearing tersebut, apa yang diharapkan tersebut bisa tersampaikan kepada instansi yang berwenang.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Iskandar dikonfirmasi terpisah mengatakan, selama ini pengisian juru parkir di area Pasar Kota Bojonegoro itu tidak pernah dilakukan secara lelang. Alasannya, tidak ada regulasi yang mengatur hal tersebut.
“Sejauh ini Dishub tidak pernah melakukan lelang, karena tidak ada dasar hukumnya melakukan lelang,” terangnya.

Juru parkir yang ada di Pasar Kota Bojonegoro tersebut, menurut Iskandar merupakan tenaga kuli yang melamar ke Dishub. Ada sebanyak 100 orang kuli parkir yang direkrut Dishub di area pasar yang tidak digaji selama bulan Februari 2019. “Mereka tetap setor untuk PAD dari parkir tapi tidak ditarget,” ungkapnya. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar