Ekbis

Kuota Subsidi Dibatasi, Masyarakat Penghasilan Rendah Terancam Kesulitan Dapatkan Rumah Layak Huni

Kediri (beritajatim.com) – Masyarakat berpenghasilan rendah di Jawa Timur terancam kesulitan memperoleh rumah tidak layak huni. Penyebabnya, kuota pembiayaan rumah bersubsidi dibatasi.

“Untuk program penyediaan rumah, terutama perumahan bersubsidi, dengan arahan Presiden Jokowi bahwa realisaisinya 1 juta rumah itu tergantung juga dengan keuangan pemerintah. Sebab, APBN terbanas dan kuota tiap tahun dibatasi 100 – 120 ribu per tahun,” kata Ketua DPD Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas Jaya) Provinsi Jawa Timur, H. Syaiful Bachri, SH disela pengukuhan jajaran pengurus DPC Kediri Raya di salah satu hotel di Kabupaten Kediri, Selasa (15/10/2019).

Sebagaimana diketahui, Presiden RI Joko Widodo mencanangkan sejuta rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Namun dengan adanya pembatasan kuota, maka masyarakat terancam tidak mendapatkan rumah impian.

Imbuh Syaiful Bachri, Apernas Jaya, sebagai asosiasi pengembang perumahan nomor 4 terbesar di Indonesia berharap pemerintah dapat menambah kuota pembiayaan perumahan bersubsidi. Penambahan kuota otomatis akan menambah anggaran. Sementara mengenai hal tersebut menjadi kewenangan dari Kementerian Keuangan.

Hal senada diungkapkan Ir. M. Rustamaji, Ketua DPC Appernas Jaya Kediri Raya yang baru saja dikukuhkan. Menurutnya, permintaan perumahan subsidi di wilayah Kediri Raya (kota dan Kabupaten Kediri, Blitar, Tulungagung, Nganjuk) dari tahun ke tahun semakin meningkat.

“Potensi di Kediri, Alhamdulillah saya melihat dari tahun kemarin, dari hasil KPR BTN yang menjalankan program perumahan subsidi, masuk terbesar di Jawa Timur. Untuk data pastinya ada di BTN,” jelas Ir. M. Rustamaji.

Untuk diketahui, Appernas Jaya Kediri Raya berdiri dari banyaknya hambatan yang dialami para pengembang perumahan di Kediri. Hambatan tersebut diantaranya, tentang habisnya kuota subsidi perumahan, legalitas usaha developer, serta ketidak samaan hirarki peraturan.

“Appernas Jaya Kediri Raya ini berangkat karena sama-sama punya visi dan misi yang kuat. Dimana, kita banyak mengalami hambatan dalam proses membuat perumahan. Dengan adanya aosiasi ini, kami merasa bangga, dibentuknya pengurusan ini dan semua bisa hadir. Kebersamaan antara pusat dan bawah bisa dijalankan dengan baik,” bebernya.

Meskipun baru awal terbentuk, Appernas Jaya Kediri Raya telah memiliki anggota tetap sebanyak 10 pengembang. Sementara itu, struktur pengurusan yang baru dikukuhkan terdiri dari, Ketua : Ir. M. Rustamaji, Wakil Ketua Bidang Hubungan Pemerintahan dan Perizinan : Moch. Andhi Machfudi, Wakil Ketua Bidang Perbankan dan Perpajakan : Wahyu Mustofa, Sekretaris : A. Dedu Hariyono, Humas dan Keanggotaan : Andri Wicaksono, S.Sos. [nng/ted].

Apa Reaksi Anda?

Komentar