Ekbis

KPP Gresik Selatan dan Utara Kejar WP Nakal

Gresik (beritajatim.com) – Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Gresik Utara dan Selatan mengejar wajib pajak (WP) nakal. Langkah ini diambil guna mengoptimalkan data pihak ketiga untuk mencapai target rasio kepatuhan Wajib Pajak (WP) sepanjang 2019. WP yang belum melaporkan SPT pajaknya akan dikejar dengan memanfaatkan berbagai data yang dimiliki. Di antaranya data transaksi ataupun data kepemilikan harta.

Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi II, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Gresik Utara, Andi Setyawan menuturkan, berakhirnya pelaporan SPT Pajak WP Objek Pajak (OP) 2018, pihaknya akan memeriksa WP. Khususnya, WP yang belum menyampaikan SPT tahunannya.

“Kami akan memanfaatkan berbagai data yang dimiliki seperti data transaksi ataupun data kepemilikan harta. Termasuk yang didapatkan berdasarkan UU 9/2017 tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan Menjadi Undang-Undang. Baik, data keuangan domestik maupun luar negeri,” tuturnya, Minggu (7/4/2019).

Ia menambahkan, sampai saat ini pihaknya masih memiliki banyak waktu untuk mencapai target penerimaan pajak. “Tahun ini, di tempat kami KPP Gresik Utara ditarget memeroleh pajak sebesar Rp 1,3 triliun. Apalagi, setelah ini bakal ada pelaporan SPT Tahunan WP Badan pada April 2019,” tambahnya.

Sementara, Kepala Kantor Pajak Gresik Selatan, Rahmat Basuki mengatakan, telah meminta para kepala seksi di bawahnya untuk mengawasi secara ketat WP yang terindikasi tidak mematuhi kewajiban untuk melaporkan surat pemberitahuan atau SPT Pajak.

“Kami telah bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mencollect data-data mengenai WP yang kami curigai tidak patuh. Sanksinya, sudah kami siapkan mulai dari sanksi administratif, denda, hingga ancaman pidana,” pungkasnya. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar