Ekbis

Kotinin dalam Darah Petani Tembakau Sangat Tinggi

Jember (beritajatim.com) – Kadar kotinin dalam darah petani tembakau di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sangat tinggi melampaui ambang bataa normal. Demikian hasil penelitian Dewi Rokhmah, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember.

Kotinin adalah alkaloid yang ditemukan dalam tembakau dan juga merupakan metabolit nikotin yang dominan. “Dari hasil penelitian saya pada 2014, dari 79 persen petani tembakau yang menjadi sampel penelitian, ternyata memiliki kadar kotinin dalam darah sebesar 13,64 miligram per mililiter darah. Padahal secara normal, kotinin dalam darah hanya 2 miligram per mililiter darah,” kata Dewi, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Unej, Jumat (2/8/2019).

Mereka terpapar kadar kotinin bukan karena merokok, melainkan karena saat bekerja bersentuhan dengan daun tembakau selama sehari penuh tanpa alat pelindung diri. Dewi menganjurkan agar petani tembakau mengurangi potensi terkena penyakit GTS dengan disiplin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), berupa sarung tangan karet, sepatu boot, dan baju khusus bekerja di lapangan.

Penggunaan APD saat bekerja juga melindungi petani dari paparan pestisida saat membasmi hama tembakau. “Sekarang tantangannya adalah bagaimana membiasakan petani tembakau kita menggunakan APD,” kata Dewi. Selama ini mereka terbiasa bekerja tanpa APD.

Kandungan nikotin tinggi dalam tubuh bisa memicu penyakit GTS (Green Tobacco Sickness). Dewi melihat perlu ada pemberian pemahaman terhadap penyakit GTS kepada petani tembakau Jember yang rata-rata berpendidikan rendah.

Dekan FKM Irma Prasetyowati mengatakann pihaknya akan berperan aktif dalam menyebarluaskan pengetahuan mengenai cara menanggulangi penyakit GTS. “Kami akab mengerahkan dosen dan mahasiswa melalui berbagai program, di antaranya melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagi dosen. Sementara bagi mahasiswa melalui program KKN tematik,” katanya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar