Ekbis

Ditetapkan sebagai Pasar Tradisional Terbesar di Indonesia

Kondisi Pasar 17 Agustus kini Memprihatinkan

Pamekasan (beritajatim.com) – Sekitar sebulan pasca dikukuhkan sebagai Pasar Tradisional Terbesar se Indonesia, kondisi kompleks Pasar 17 Agustus di Jl Raya Pintu Gerbang, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, justru sangat memprihatinkan.

Hal tersebut terbukti saat hujan lebat mengguyur area Bumi Gerbang Salam, khususnya di kompleks Pasar 17 Agustus. Kondisi tersebut membuat kios batik berantakan akibat air hujan yang ‘menerobos’ celah bangunan yang dinilai jauh dari katagori refresentatif.

Akibatnya, sela jalan di antara kios satu ke kios lainnya digenangi air hujan. Bahkan sejumlah pedagang juga terpaksa harus menguras genangan air yang mulai masuk ke kios mereka. Kondisi tersebut tentunya sangat memprihatinkan dengan status sebagai pasar tradisional terbesar di Indonesia.

“Sejumlah bangunan kios memang sudah relatif lama, sekalipun ada perbaikan hanya sebatas perbaikan berupa rehab. Sehingga sangat wajar jika terjadi seperti ini, apalagi dengan kondisi hujan lebat seperti tadi,” kata salah satu pedagang batik di kompleks Pasar 17 Agustus.

Dari itu pihaknya berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama, terlebih para pedagang membuka lapak mereka setiap hari. Ditambah dengan hari-hari pasaran yang selalu identik dengan ramainya pengunjung. “Informasi yang kami dapat memang direncanakan direnovasi, semoga secepatnya terealisasi,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Pasar Tradisional 17 Agustus Pamekasan, dikukuhkan sebagai salah satu Pasar Batik Tulis Tradisional Terbesar di Indonesia, Kamis (24/10/2019) lalu. Status tersebut diberikan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemendustri RI).

Hanya saja hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah kabupaten (pemkab) khususnya dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, seputar bocornya atap sejumlah kios di kompleks Pasar Palawija terbesar di Pamekasan. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar