Ekbis

Kios Kurang, 144 Pedagang Disarankan Buat Tenda Sendiri

Ponorogo (beritajatim.com) – Jumlah kios yang disediakan untuk para pedagang Pasar Legi di lahan relokasi ternyata belum menampung seluruh pedagang. Masih ada 144 pedagang yang tidak mendapat jatah tempat untuk berjualan.

Kekurangan jatah kios ini terjadi di los 4. Los paling selatan yang membujur ke barat ini adalah jatah untuk pedagang yang saat ini berjualan di lahan eks pengadilan dan eks stasiun. Ada pula sebagian dari Pasar Legi.

“Ternyata ada kuota yang kurang. Dari 404 pedagang eks pengadilan dan eks stasiun, hanya 260 yang bisa masuk karena kapasitas memang segitu,” ungkap Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Legi Khoirudin, Senin (31/12/2018).

Untuk yang 144 pedagang yang tidak kebagian kios dipersilakan membuat kios sendiri secara swadaya. Luasnya maksimal adalah 2 x 2 meter. “Biayanya ya swadaya,” ujar Khoirudin.

Terkait pengangkutan barang untuk boyongan, pedagang juga melakukannya dengan biaya sendiri. Pemkab Ponorogo tidak akan memberikan bantuan. Batasnya adalah 5 Januari 2019. Pada 6 Januari 2019 seluruh pedagang harus sudah meninggalkan gedung Pasar Legi sebab proyek akan dimulai.

Kabid Penataan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo Fitri Nurcahyo menyatakan, semua pedagang diharapkan bisa memaklumi kios yang tidak terlalu luas dan bahkan ada yang kurang.

Ini karena memang pasar relokasi adalah pasar penampungan sementara. Fitri menyatakan, pedagang diharapkan tidak keberatan dengan kios-kios yang saling berhimpitan. Ini karena keterbatasan lahan semata.

“Sifatya memang darurat. Setelah gedung baru Pasar Legi jadi, saya yakin lokasi akan lebih baik. Mohon semua maklum. Sebagian dagangan mungkin bisa dibawa ke rumah masing-masing dulu,” ujarnya. [dil/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar