Ekbis

Kinerja 2018, PT SBI Masih Catat Kerugian Rp 828 Miliar

Jakarta (beritajatim.com) – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) pada Rabu (26/6/2019) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Sheraton Gandaria Hotel, Jakarta. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan menyetujui laporan tahunan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk tahun 2018.

Pendapatan perusahaan pada tahun 2018 mencapai 10,378 triliun. Laba kotor sebesar Rp 1,643 triliun, laba sebelum bunga dan pajak penghasilan sebesar Rp 45 miliar. Pada 2018 perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 828 miliar. Kerugian tahun 2018 meningkat dibanding tahun 2017 dengan Rp 758 miliar.

Memang, di tengah situasi sulit tahun 2018, SBI masih mampu meraih peluang dari berbagai aktivitas pembangunan di Indonesia. Beberapa catatan penting di FY2018 dapat disampaikan bahwa total volume penjualan semen dan klinker meningkat 6,3%, dari 11 juta ton menjadi 11,7 juta ton. Pendapatan meningkat 11%, menjadi Rp 10.378 miliar dan dari sektor infrastruktur dan ritel, volume penjualan semen naik 9%, menjadi 10,6 juta ton.

Selain itu, unit bisnis agregat dan beton jadi mencatat pertumbuhan penjualan yang kuat, di mana agregat tumbuh 39% dari Rp 143,87 miliar menjadi Rp 199,85 miliar dan layanan konstruksi lainnya tumbuh dari Rp 385,61 miliar menjadi Rp 406.19 miliar.

“Tapi, persaingan yang berujung pada tekanan harga, berimbas pada penurunan EBITDA dari Rp 1,259 triliun menjadi Rp 1,075 triliun SBI masih mencatat kerugian Rp 828 miliar, antara lain karena situasi yang sulit di pasar serta beban kewajiban-kewajiban keuangan Perseroan,” demikian salah satu poin pers rilis SBI.

Sedangkan untuk kinerja perseroan hingga Kuartal I-2019, tingkat kerugian SBI sebesar Rp 123 miliar dan besaran angka kerugian tersebut jauh menurun dibanding di periode sama 2018 yang mencapai Rp 332 miliar.

Manajemen SBI melihat, proyeksi bisnis semen hingga Mei 2019 masih mengalami pasang surut yang mengakibatkan terhambatnya laju pertumbuhan volume penjualan dari target yang diharapkan.
Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatatkan penurunan volume penjualan semen sebesar 3,68%, dari pencapaian tahun 2018 sebesar 26,3 juta ton. menjadi 25,75 juta ton. Sementara total ekspor tumbuh 21,03% dibandingkan 2018 dari 2,06 juta ton menjadi 2,49 juta ton.

SBI sampai dengan Mei 2019, mengalami penurunan volume penjualan domestik sebesar 2,85 % dari pencapaian tahun 2018 sebesar 4,04 juta ton menjadi 3,92 juta ton. Sementara volume ekspor SBI mengalami penurunan 27% dari 287 ribu ton menjadi 208 ribu ton. Kinerja perseroan terlihat masih lebih baik dibandingkan industri secara keseluruhan.

Secara keuangan, selama kuartal pertama 2019, melalui sinergi perluasan jangkauan pasar dan program-program efisiensi yang dilakukan secara internal, SBI berhasil menurunkan tingkat kerugian hingga 63% atau menjadi Rp 123 miliar dari Rp 332 miliar pada periode yang sama di tahun 2018.

Perseroan berharap akan terdapat peningkatan kebutuhan sekitar 3–4% di semester kedua mendatang yang didukung oleh cuaca yang lebih baik, serta berlanjutnya agenda pembangunan yang akan dilaksanakan pemerintah maupun swasta pascapemilu. [air/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar