Ekbis

KIG Masuki Bisnis Co-Working Space

Gresik (beritajatim.com) – Perusahaan developer yang khusus menyediakan lahan industri, PT Kawasan Industri Gresik (KIG), mengembangkan usahanya dengan memasuki bisnis baru ruang kerja bersama, atau lebih dikenal dengan co-working space.

Anak usaha dari perusahaan ‘plat merah’ PT Semen Indonesia (persero) Tbk dan PT Petrokimia Gresik itu menginvestasikan dana sebesar Rp 500 juta guna mendukung bisnis co-working.

Dirut PT KIG Setyo Nugroho Haribowo mengatakan, alasan utama memasuki bisnis coworking ini untuk men-utilisasi asetnya agar bisa ditempati dan ada manfaatnya.

“Co-working space yang kami kembangkan ini ada 300 meter persegi yang ditawarkan ke konsumen. Meliputi ruang privasi untuk perusahaan. UMKM untuk kulinernya serta ruangan pelanggan yang dilengkapi dengan jaringan i-commerce dan lain-lain,” katanya usai Grand Opening Tiga Titik Space dan Pusat Kuliner KIG, Selasa (3/09/2019).

Masih menurut Setyo Nugroho Haribowo, terkait dengan bisnis barunya ini, pihaknya juga menggandeng Satu Atap Co.Work and Food Station untuk mem-maintenance pusat kuliner.

“Siapa yang tak kenal dengan Satu Atap Co.Work and Food Station mereka sudah memiliki banyak jaringan dan telah berpengalaman dalam hal marketing,” paparnya.

Setyo Nugroho optimistis dengan bisnis barunya ini. Pasalnya, berdasarkan survei pasar. Co-working yang dikembangkan ini sangat menjanjikan karena lokasinya strategis berdekatan dengan perusahaan Petrokimia Gresik, Semen Indonesia, kampus Unmuh Gresik serta Gress Mall.

“Usaha yang kami kembangkan ini pertama kali ada di Gresik dan belum banyak yang memanfaatkan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, PT KIG merupakan perusahaan joint venture antara PT Semen Indonesia (persero) Tbk dengan PT Petrokimia Gresik. Perusahaan tersebut sebelumnya fokus menyediakan lahan untuk industri dan pergudangan. Dari 160 hektar lahan yang telah dimiliki telah sold out. Komposisinya 65 industri dan 35 persen lahan pergudangan.

Saat ini, PT KIG juga mengembangkan usahanya di Kawasan Industri Tuban (KIT). Ada 200 hektar lahan yang dikomersilkan baik itu lahan industri maupun pergudangan. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar