Ekbis

Kementerian Perindustrian Target 20.000 Wira Usaha Baru pada 2019

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kementerian Perindustrian melalui Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) sejak tahun 2014 membuat Program Penumbuhan dan Pengembangan Wira Usaha Baru (WUB) IKM untuk mencapai target 20.000 WUB hingga tahun 2019.

Direktur IKMA Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian Ratna Utarianingrum mengatakan, IKM sejauh ini memiliki peran cukup dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan pengembangan sektor swasta yang dinamis.

Sehingga, kata dia, sedikitnya ada dua hal penting yang perlu mendapat pendampingan dari pemerintah. Dua hal yang penting untuk menambah produktivitas IKM adalah Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), serta pemanfaatan teknologi yang bagus sehingga bisa menambah jumlah produksi. “Hak Kekayaan Intelektual, dan Merk ini difasilitasi negara dan gratis. Maka perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya, Senin (18/3/2019).

Untuk melancarkan program 20.000 WUB tidak hanya perlu sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah tetapi melibatkan juga Komisi VI DPR RI. Komisi VI DPR RI dengan lingkup tugas di bidang Industri, Investasi dan Persaingan usaha merupakan mitra Kementerian Perindustrian RI. “Sektor IKM merupakan salah satu penyangga ekonomi dan tulang punggung perekonomian nasional khususnya di negara berkembang harus terus diperkuat,” ungkap Ratna.

Pada tahun 2017 berdasarkan data BPS, jumlah usaha IKM mencapai 4,49 juta unit yang tersebar di Wilayah Indonesia dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 10,57 juta orang atau setara dengan 63,13% dari total tenaga kerja sektor industri pengolahan.

Sementara Anggota komisi VI DPR RI Lukmanul Hakim mengatakan, setelah mengikuti pelatihan diharapkan para pelaku IKM bisa menjadi pengusaha yang besar. Apalagi sudah mendapatkan bekal pelatihan, sehingga mengerti apa yang perlu dilakukan dan jelas langkah yang akan diambil. “Setahap demi setahap kemiskinan bisa dikurangi dan menambah angkatan tenaga kerja,” ujar politisi Fraksi PKB itu.

Sekadar diketahui, kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan WUB IKM di Kabupaten Bojonegoro meliputi kegiatan Peningkatan Kompetensi SDM dan Peningkatan teknologi melalui Bimbingan Teknis Fasilitasi Mesin/Peralatan).

Kegiatan Bimtek tersebut diikuti oleh masing-masing bidang antara 20 hingga 25 orang, mulai dari Olahan Bawang Merah, Olahan Makanan Ringan, Kerajinan Logam, Batik Tulis, Produk Kulit, Bengkel Aluminium dan Fasilitasi mesin/peralatan IKM terdiri dari Konveksi, Perbengkelan Las dan Roda Dua, IKM Perbengkelan Bubut (KUB), serta IKM Makanan Ringan. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar