Ekbis

Kecewa Manajemen JX, PSLI 2019 Dibatalkan

M Anis, Panitia PSLI 2019

Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 140 orang pelukis terancam gigit jari pada tahun ini. Pasalnya, tahun ini, pelaksanaan Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) akan dibatalkan.

Panitia PSLI dari Sanggar Merah Putih telah berkirim surat pemberitahuan pembatalan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada Selasa (20/8/2019) kemarin.

Sedianya, PSLI XII berlangsung pada 11-20 Oktober di JX International, Jalan Ahmad Yani Surabaya. Ajang yang diikuti 140 pelukis dari seluruh Indonesia ini sudah setiap tahun digelar di gedung milik Pemprov Jatim itu, karena memang PSLI diselenggarakan untuk memeriahkan HUT Provinsi Jawa Timur setiap 12 Oktober.

Ketua Sanggar Merah Putih, M Anis sebagai penyelenggara mengatakan, surat yang disampaikan kepada Gubernur Jatim itu berisi permohonan maaf karena terpaksa membatalkan PSLI tahun ini.

“Ini disebabkan tidak profesionalnya dan sewenang-wenangnya pihak pengelola gedung JX International, yaitu PT Gedung Expo Wira Jatim sebagai anak perusahaan BUMD PT PWU (Panca Wira Usaha) Jatim,” kata M Anis kepada wartawan di RM Sari Nusantara Surabaya, Rabu (21/8/2019).

Anis kemudian membeberkan kronologi ketidak profesionalan pengelola gedung JX International.

“Bulan Juni, kami menerima surat konfirmasi dari PT Gedung Expo yang menyebut bahwa PSLI berlangsung sesuai rencana, yaitu 11-20 Oktober 2019. Tanggal itu memang sesuai dengan booking gedung yang kami lakukan bulan Oktober tahun 2018 lalu. Dalam surat tersebut juga dicantumkan besarnya biaya sewa gedung selama 10 hari yaitu Rp 330 juta, termasuk PPN 10 persen,” jelasnya.

Tetapi pada 6 Agustus, lanjut dia, salah seorang staf PT Gedung Expo mengirim pesan melalui WhatsApp, memberitahukan kalau PSLI diundurkan menjadi tanggal 18-24 Oktober 2019, karena berkaitan pameran properti dan pameran buku Big Bad Wolf (BBW).

“Hari itu juga, pengelola gedung mengirim surat kedua yang isinya secara sepihak menggeser jadwal pelaksanaan yang sudah disepakati bersama menjadi tanggal 18-24 Oktober, mengurangi hari pelaksanaan dari 10 hari menjadi 7 hari, dan dengan sewenang-wenang pula menaikkan uang sewa dari Rp 330 juta termasuk PPN 10 persen menjadi Rp 770 juta belum termasuk PPN. Kesewenang-wenangan inilah yang akhirnya membuat kami mengambil keputusan untuk membatalkan pelaksanaan PSLI tahun ini,” tegas Cak Anis, panggilan akrabnya.

Untuk mempersiapkan PSLI tahun ini, sebenarnya pihaknya sebagai panitia telah bekerja sejak Januari lalu. Para peserta mendaftar sejak 1 Mei 2019, dan saat ini sebanyak 140 booth atau stand yang disediakan sudah habis dibooking teman-teman pelukis.

“Dengan pembatalan ini, selain kepada Gubernur Jatim, kami tentu juga minta maaf sebesar-besarnya kepada para pelukis yang telah mendaftar, juga kepada para mitra kerja yang telah berkomitmen. Dengan terpaksa hal ini kami lakukan,karena kami tidak mampu menghadapi kesewenangan pihak pengelola gedung,” pungkasnya.

PSLI adalah even reguler tiap tahun yang diikuti oleh sekitar 200 pelukis dari seluruh Indonesia, dan sudah menjadi agenda para seniman tiap tahun. Tahun lalu, 2018, oleh Kementerian Pariwisata RI, even ini dimasukkan ke dalam 100 Event Nasional, Wonderful Indonesia. PSLI sudah menjadi ikon even kesenian di Jawa Timur.

Berdasarkan sejarah, sebelumnya PSLI berlangsung di gedung dan pelataran Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo Surabaya. Oleh Pemprov Jatim, even ini diminta untuk dipindahkan ke gedung JX International, karena ketika itu gedung ini belum tersosialisasi dengan baik ke masyarakat, dan sepi pengguna. Karena itulah sejak 2013, pelaksanaan PSLI dipindahkan ke JX International, yang tidak lain milik Pemprov Jatim.

Sementara itu, hingga berita ini menjelang ditayangkan, pihak pengelola JX International belum bisa dihubungi. Dirut JX International Arief Wisnu Cahyono ketika ditelpon belum mengangkat. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar