Ekbis

Kebutuhan Listrik Saat Ramadan Meningkat 30 Persen

Bojonegoro (beritajatim.com) – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kabupaten Bojonegoro, menyebut selama Ramadan 1440 Hijriah kebutuhan listrik meningkat 30 persen. Pada kondisi normal kebutuhan listrik masyarakat sebesar 257 MW. Sedangkan pada bulan Ramadan sebesar 265 MW.

Diperkirakan kebutuhan masyarakat akan naik lagi saat Hari Raya Idul Fitri. Pada hari lebaran prediksi kebutuhan listrik masyarakat mencapai 271 MW. Jumlah ini juga meningkat dibanding lebaran tahun 2018 sebesar 258 MW. Jumlah tersebut yakni meliputi wilayah Tuban, Lamongan dan Bojonegoro.

“Meski pemakaian listrik mengalami kenaikan, tapi untuk kebutuhan listrik area Bojonegoro berlebih, apalagi PLN punya PLTU di Tanjung Awar-awar, Tuban,” ujar Manajer Bagian Jaringan, PLN Kabupaten Bojonegoro, Ardian Inkaresa, Senin (27/5/2019).

Inkaresa memastikan untuk menjaga pasokan listrik agar dapat memenuhi kebutuhan umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan lancar pihaknya akan menambah lagi beban listrik karena pemakaian yang meningkat. Selain itu, juga melakukan pemeliharan dan juga pemerataan pembebanan untuk memastikan tidak adanya gangguan listrik.

Menurutnya, pada bulan Ramadhan, kebutuhan listrik beban puncaknya bergeser pada jam buka puasa sampai sahur. Padahal, biasanya antara malam jam 20.00 Wib keatas beban listrik menurun. “Karena memang kebutuhannya saat berbuka puasa sampai sahur dan dilanjutkan seharian untuk aktivitas sehari-hari,” pungkasnya. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar