Ekbis

Diskusi Publik Universitas Jember - PWI

Kabupaten Jember Memiliki 86 Destinasi Wisata

Jember (beritajatim.com) – Kabupaten Jember, Jawa Timur, saat ini memiliki 86 destinasi wisata yang potensial untuk dikembangkan. Jember Fashion Carnaval menjadi pemicu utama dan motor pariwisata.

Destinasi wisata itu terdiri atas tiga even utama, 13 atraksi wisata, 22 tujuan wisata edukasi dan rekreasi, 15 tujuan wisata pantai, delapan tujuan desa wisata, 16 tujuan wisata air terjun, sembilan tujuan wisata kolam renang. Pendiri Destinasi Wisata Jember Febrian Ananta Kahar mengatakan, pihaknya mencoba menghubungkan destinasi-destinasi ini satu dengan yang lain.

“Jember punya uniqueness. Delapan puluh enam destinasi wisata itu bergerak swadaya. Itu salah satu uniqueness sendiri. Kalau katalisator itu jalan, mungkin lebih wow. Dan Jember terkenal sebagai Kota Karnaval Dunia. Satu-satunya di Indonesia,” kata Febrian, dalam diskusi publik mengenai pariwisata dan kebudayaan yang digelar Universitas Jember dan Persatuan Wartawan Indonesia, di Taman Botani Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (22/10/2019).

Febrian juga ingin agar simbol Jember sebagai kota tembakau dan kota santri dimaksimalkan. “Saya sudah menyampaikan ke Pak Jokowi pada 13 Agustus 2017, bahwa Jember adalah Kota Cerutu Indonesia. Saya jabarkan. Beliau mengatakan: oke, teruskan. Jadi jangan kecil hati. Di Tapal Kuda, yang punya lima mall dan lima gedung bioskop hanya Jember. Yang mau berjalan, ya jalan saja,” katanya.

Febrian mengatakan, Dinas Pariwisata Jember sebenarnya sudah bekerja. “Dengan keterbatasan petunjuk dan arahan yang ada, mereka bekerja maksimal. Tinggal bagaimana memaksimalkan potensi ini secara utuh. Ada seperti kepingan puzzle yang hilang di Jember. Kalau di Banyuwangi, puzzle-nya dibuat sendiri. Mereka dari nothing menjadi something. Kalau Jember ini namanya swamp thing. Kita lagi terjerembap di suatu tempat dan bingung juga mau lari ke mana untuk memaksimalkan. Tapi alhamdulillah, teman-teman Jember ini utuh dan bersatu. Puzzle yang pulang mungkin dari katalisator sendiri,” katanya.

Febrian menilai, peluang untuk mengintegrasikan wisata kawasan sangat besar. “Kekurangan kita cuma satu: bandara. Coba diseriusi,” katanya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar