Ekbis

Izin Pendirian Toko Ritel Modern Bakal Dibatasi

Gresik (beritajatim.com) – Pewaralaba yang hendak menanamkan usahanya di Kota Gresik siap-siap gigit jari. Pasalnya, izin pendirian ritel modern bakal dibatasi. Pembatasan tersebut berdasarkan hasil hearing Komisi I DPRD Gresik bersama organisasi perangkat daerah (OPD).

Wakil Ketua DPRD Moh Syafi’ AM mengatakan, keberadaan ritel modern terlalu banyak dan membuat resah masyarakat. Utamanya pada pasar tradisional juga pelaku UMKM. Sehingga, pembeli jadi sepi karena maraknya ritel modern yang memberikan fasilitas yang lebih memadai.

“Keberadaan ritel modern di Kota Gresik. Jaraknya tidak sesuai dengan aturan perda. Mereka semua sudah menyalahi aturan perda nomor 13 tahun 2011 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern,” katanya, Kamis (14/03/2019).

Syafi’ AM mencontohkan, saat ini jarak antara ritel modern satu dengan lainnya saling berdekatan. Bahkan, letaknya berhadapan. Padahal, sesuai perda jarak ritel modern dengan pasar tradisional paling sedikit 2000 meter di pedesaan, dan 1000 meter di wilayah perkotaan.

“Hasil kesepakatan hearing adalah moratorium bagi pemohon baru termasuk berkas yang sudah masuk. Menertipkan ritel modern yang berdiri aspek perizinan. Jika tidak memenuhi maka harus di lakukan penutupan. Bagi sudah berdiri sebelum ada perda tahun 2011, maka tidak diberikan perpanjangan izin,” tuturnya.

Terkait dengan ini, anggota Komisi II DPRD Gresik Zulfan Hasyim mempertanyakan ketagasan pemkab dalam menata ritel modern dan melindungi pasar tradisional.

“Banyak ritel modern yang dibiarkan berdiri meski tidak memiliki izin, tetap saja dibiarkan dan beroperasi,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini Kepala Satpol PP Gresik Abu Hasan mengatakan, sejumlah ritel modern hanya mengantongi izin IPR saja. “Sewaktu kami tanya kelanjutannya kata mereka akan diurus atau sedang dalam proses begitu jawabnya,” tandasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar