Ekbis

Indobaja Primamurni Gresik Siap Pasok Kebutuhan Cangkul Dalam Negeri

Gresik (beritajatim.com) – Produsen baja nasional asal Gresik, Jawa Timur, PT Indobaja Primamurni (IP) siap memasok perkakas kebutuhan sektor pertanian khususnya cangkul di dalam negeri

Dirut PT Indobaja Primamurni, Wijiono Nurhadi mengatakan, sejak 2016 perusahaannya sudah memproduksi perkakas pertanian. Di antaranya cangkul dengan kapasitas produksi 1,5 juta pcs per tahun. Selain memproduksi mata cangkul juga egrek, ke depannya akan memproduksi dodos, kapak, serta parang.

“Kebutuhan cangkul secara nasional di sektor pertanian mencapai 10 juta pcs per tahun. Dari jumlah itu, belum terpenuhi semua. Melalui produk mata cangkul ‘barong’ kami siap mensuplai kebutuhan dalam negeri,” katanya kepada wartawan, Jumat (27/09/2019).

Masih menurut Wijiono, cangkul yang diproses di PT Indobaja Primamurni merupakan cangkul yang terbuat dari material special grade (SUP 9). Kapasitanya akan ditingkatkan terus sesuai dengan permintaan pasar.

“Kami memberikan jaminan kualitas yang berkelanjutan dan berstandarisasi. Proses produksinya pun tidak melalui pengelasan,” ujarnya.

Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementrian Perindustrian, Gati Wibawaningsih yang hadir meninjau pabrik PT Indobaja Primamurni menuturkan, untuk menjawab kebutuhan bahan baku alat perkakas pertanian di Industri Kecil dan Menengah (IKM). Terutama untuk mendukung produksi cangkul bagi IKM. Kementrian Perindustrian melakukan MoU dengan PT Indobaja Primamurni.

“Nantinya Indobaja Primamurni menyediakan bahan baku setengah jadi sebesar maksimum 25 persen dari total produksi,” tuturnya.

Melalui MoU itu lanjut Gati Wibawaningsih, Indobaja Primamurni ada perjanjian kerjasama dengan Koperasi IKM di Sidoarjo dan Kota Pasuruan. Harapannya, dengan dipilihnya dua IKM Koperasi tersebut memiliki dampak positif yang berkelanjutan. Sehingga, dapat meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

Sementara itu, berdasarkan Direktorat Jendral (Ditjen) Kementrian Perindustrian, atau Kemenperin mencatat sejak 2017. Jumlah IKM perkakas pertanian berjumlah 12.609 unit usaha. Dari jumlah itu, jumlah IKM.produsen cangkul sebanyak 3.000 unit usaha yang tersebar di tanah air.

Adapun sentra utama IKM produsen cangkul berada di empat provinsi. Yakni, di Jawa Barat (Sentra Pasir Jambu Cisaat dan Karawang). Jawa Tengah (Sentra Klaten dan Tegal), Jawa Timur (Sentra Sidoarjo dan Kota Pasuruan) serta Banten (Sentra Baros), dengan total kapasitas produksi sebesar 517.882 uni pertahunnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar