Ekbis

Harga Daging Ayam Kampung di Sumenep Bertahan Rp 100 Ribu per kg

Sumenep (beritajatim.com) – Dua minggu setelah Idul Fitri, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Sumenep masih bertahan tinggi.

Salah satunya daging ayam kampung. Awal pekan ini harganya mencapai Rp 100.000 per kg. Harga tersebut bertahan sejak 1 minggu sebelum lebaran.

“Harga daging ayam kampung ini masih mahal karena permintaan juga masih tinggi meskipun lebaran sudah lewat. Bisa jadi karena sekarang musim perayaan pesta pernikahan, sehingga ayam kampung ini masih dicari orang,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Abd.Said, Senin (17/06/2019).

Sedangkan untuk harga daging ayam broiler juga mengalami kenaikan Rp 2.000 per kg menjadi Rp 34.000. Kemudian harga daging sapi stabil Rp 120.000 per kg.

Selain itu, komoditas yang juga mengalami kenaikan harga adalah cabai merah besar. Awal pekan ini harganya mencapai Rp 40.000 per kg. Harga tersebut naik cukup tinggi dibanding pertengahan bulan puasa lalu. Saat itu harga cabai merah besar per kilonya Rp 28.000.

“Sebaliknya yang terjadi pada cabai kecil. Harganya justru anjlok. Awal pekan ini harganya turun lagi menjadi Rp 10.000 per kg,” ujarnya.

Sedangkan untuk harga beras kualitas medium relatif stabil. Untuk beras IR 64 harganya Rp 9.500 per kg, dan IR desa Rp 8.500 per kg.

“Untuk harga minyak goreng curah juga stabil Rp 10.500 per kg. Harga gula pasir yang sedikit mengalami kenaikan, yakni Rp 1.000 per kg menjadi Rp 12.500,” terang Said.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di dua pasar tradisional, yakni Pasar Anom Baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar