Ekbis

Harga Cabai Rawit Kian ‘Pedas’ di Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Harga cabai rawit di pasar tradisional Sumenep masih tinggi. Awal pekan ini, harga ‘si pedas’ itu bertahan Rp 75.000 per kg. Sementara harga cabai merah besar Rp 60.000.

“Harga komoditas cabai sejak satu bulan terakhir ini terus melambung, baik cabai kecil maupun cabai merah besar. Kenaikan harga tersebut lebih disebabkan oleh stok. Beberapa daerah sentra penghasil cabai mengalami gagal panen,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Abd. Said, Senin (12/08/2019).

Selain cabai, komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah telur ayam ras. Semula Rp 22.000 per kg, saat ini naik menjadi Rp 23.000 per kg. Sedangkan untuk harga telur ayam kampung tetap Rp 43.000 per kg.

“Sedangkan harga komoditas daging awal pekan ini stabil. Harga daging sapi Rp 120.000 per kg, daging ayam kampung Rp 80.000 per kg, dan daging ayam broiler Rp 32.000,” paparnya.

Selain itu, harga beras kualitas medium IR 64 juga mengalami kenaikan, meski hanya Rp 500 per kg. Awal pekan ini harganya menjadi Rp 10.000 per kg. Sedangkan beras desa harganya stabil Rp 8.500 per kg.

“Berbeda dengan gula pasir dan minyak goreng curah. Dua komoditas itu justru mengalami penurunan harga, masing-masing Rp 500. Untuk harga gula pasir, awal pekan ini Rp 12.000 per kg, dan minyak goreng curah Rp 10.000 per kg,” terangnya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di dua pasar, yakni Pasar Anom Baru sebagai pasar induk, dsb Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem)

Apa Reaksi Anda?

Komentar