Ekbis

Harga Cabai Naik Rp 50 Ribu/Kg, Cabai Kering Jadi Alternatif

Bojonegoro (beritajatim.com) – Harga cabai di Pasar Kota Bojonegoro sejak 10 hari terakhir meningkat cukup signifikan. Salah satunya harga cabai rawit merah, dari harga sebelumnya Rp 25 ribu perkilogram, menjadi Rp 75 ribu perkilogram.

Sedangkan harga cabai rawit hijau dari harga sebelumnya Rp 25 ribu menjadi menjadi Rp 60 ribu perkilogramnya. Cabai lompong dari harga sebelumnya Rp 35 ribu menjadi Rp 65 ribu perkilogram. Cabai keriting dari harga sebelumnya Rp 40 ribu menjadi Rp 65 ribu perkilogram.

‚ÄĚSudah dua minggu terakhir harga cabai terus mengalami kenaikan. Imbasnya pembeli mengeluh harganya mahal,” ujar Sriyatun, salah satu pedagang cabai di Pasar Kota Bojonegoro, Kamis (18/7/2019).

Kenaikan harga cabai ini, kata pedagang asal Kelurahan Ledok Kulon, terjadi cukup tinggi. Meroketnya harga cabai, sehingga mempengaruhi pendapatan pedagang. Kini dia mengaku hanya berani memasok 15 kg setiap harinya.
“Kalau biasanya, pas harga murah itu jualnya bisa sampai 30 kilogram setiap harinya,” tukasnya.

Mahalnya harga cabai tersebut dikeluhkan salah satu pelangggan yang sekaligus pedagang makanan, Haris (40). Untuk mensiasatinya, dia menggunakan cabai keriting kering yang harganya lebih murah. “Jadinya beli yang murah aja, cabai yang dikeringkan. Cuma Rp12.000 sebungkus,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, pemerintah bisa seegera mengambil sikap krena cabai merupakan salah satu kebutuhan pokok. Salah seorang pembeli, Bu Ida warga Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban juga mengaku mengurangi belanja kebutuhan dapur, khususnya cabai. Hal itu lantaran harga cabai cukup mahal.

“Kalau harga kebutuhan dapur mahal jelas dikurangi, karena kebutuhannya juga banyak. Apalagi sekarang juga waktunya untuk anak masuk sekolah,” terangnya. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar