Ekbis

Harga Ayam Potong Turun, Pedagang Pasar Wonokromo Girang

Kondisi Area Pedagang Ayam di Pasar Wonokromo Surabaya, Kamis (27/6/2019)

Surabaya (beritajatim.com) — Para pedagang di Pasar Wonokromo mengaku senang harga ayam potong turun. Pasalnya, hal itu bakal menarik minat pembeli. Seperti diungkapkan Suparman (51), salah satu pedagang ayam potong di Pasar Wonokromo. “Biasanya harga normal 35 ribu sekilo mbak, tapi sekarang cuma 12 ribu. Malah kemarin cuma 9 ribu untuk ayam hidup. Kalo yang sudah dipotong, mah 20 ribu,” ungkap pria kelahiran Ngawi itu, Kamis (27/6/2019).

Seperti yang diketahui, harga ayam hidup di kawasan Surabaya, awalnya seharga Rp 35 Ribu hingga Rp 38 Ribu per kilogram (kg). Sedangkan untuk ayam potong, dihargai Rp 35 Ribu hingg Rp 40 Ribu per kilogram.

Menurut Suparman, harga ayam potong yang turun tersebut disebabkan terlalu banyaknya stok yang dikirim. Jika biasanya Suparman hanya disuplai 1,5 ton saja, kini bisa mencapai 2 ton lebih perharinya.

Meski begitu, lanjutnya, sampai saat ini belum ada lonjakan permintaan dari pembeli. Namun, ia mengaku senang dengan pengeluaran yang sama bisa mendapat suplai ayam lebih banyak. “Ya ngga rame-rame banget se mbak, biasa aja. Stabil kayak biasanya. Cuma ya jadi hemat pengeluaran,” tandasnya.

Berbeda dengan ayam potong, ayam khusus ‘soto’ ternyata tidak mengalami penurunan harga. Tetap berkisar pada Rp 25 Ribu hingga Rp 30 Ribu. Hal ini karena memang pakan dan perawatan yang khusus sehingga dihargai lebih mahal.

Suparman menambahkan, selain Pasar Wonokromo, hampir semua pasar juga mengalami hal yang sama. Selisih harga tidak jauh berbeda yakni kisaran Rp 10 Ribu hingga Rp 15 Ribu perkilogramnya.

Tidak dapat diprediksi sampai kapan penurunan harga akan terus berlangsung, namun hingga saat ini belum ada tinjauan langsung dari pemerintah maupun dinas terkait mengenai penyebab pasti jatuhnya nilai julai ayam potong tersebut. [ddn/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar