Ekbis

Harga Ayam Potong Anjlok, Peternak di Mojokerto Kosongkan Kandang

Mojokerto (beritajatim.com) – Harga ayam potong anjlok di tingkat peternak juga dirasakan peternak ayam potong di wilayah Kabupaten Mojokerto. Bahkan untuk menyikapi hal tersebut, sejumlah peternak memilih mengosongkan kandang sembari menunggu harga ayam potong stabil.

Salah satu peternak ayam potong di Dusun Pandan Kuning, Desa Pandan Krajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Alfan Wahyudiono (27) mengatakan, jika ia ternak ayam potong menjalin kerjasama dengan distribusi sehingga hasil panen dibeli oleh mitra.

“Ikut kemitraan, ada kontrak. Terakhir panen harga masih Rp17 ribu per kilogram, masih normal tapi untuk tambahan agar ayam potong gemuk sulit untuk saat ini karena harga di tingkat peternak ke distributor Rp8 ribu per kilogram,” ungkapnya, Rabu (26/6/2019).

Masih kata Alfan, dengan harga jual ke distributor Rp8 ribu per kilogram jelas para peternak mengalami kerugian karena harga di pasar Rp30 ribu per kilogram. Untung yang didapat para peternak sedikit dibanding dengan biaya yang diluarkan. Untuk 1.000 ekor, bisa rugi RpRp2 juta.

“Karena jika ingin ayam gemuk harus tambah biaya lagi untuk pakan tambahan seperti jagung tapi ternyata harga panen tidak cocok. Kalau perawatan mulai umur 0 hingga siap panen atau 40 hari, untuk 1.000 ekor antara Rp3 juta sampai Rp4 juta,” katanya.

Masih kata Alfan, biaya tersebut belum termasuk pakan tambahan, pekerja, listrik dan sekam. Agar para peternak mendapat keuntungan lebih, biasanya para peternak membeli bibit ayam potong diluar dari kontrak dengan mitra agar bisa dijual secara mandiri.

“Terakhir saya panen sebelum hari raya masih harga kontrak Rp17 ribu tapi saat ini saya kosongkan kandang menunggu harga stabil. Sementara terakhir harga panen jual mandiri Rp16 ribu dengan hasil 1,5 ton. Saya masih untung sedikit karena sebelum harga anjlok,” jelasnya.

Stabilnya, lanjut Alfan, harga kontrak dengan pasar Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram. Namun saat ini, harga kontrak Rp8 ribu, sementara di pasaran masih Rp30 ribu. Sehingga saat ini, para peternak ayam potong di Mojokerto dihantui kerugian.

“Sehingga para peternak ayam potong di Mojokerto berharap pemerintah segera menstabilkan harga dan bisa memutus mata rantai siapa oknum dibalik selisih banyaknya harga ayam potong di tingkat peternak dan pasar,” tegasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar