Ekbis

Gerakan Beli Indonesia, Ajak Masyarakat Sadar dan Membeli Produk Anak Bangsa

Surabaya (beritajatim.com) – Kemajuan perekonomi Indonesia membuat 40 orang yang memiliki kekayaan lebih dari Rp seribu triliun, sementara disisi lain menyisakan ratusan juta orang yang masih hidup dalam kemiskinan. Indeks kesenjangan ini terus bergerak naik hingga 0,43. Sebuah ironi ditengah melimpahnya kekayaan alam Indonesia.

“Fenomena Globalisasi nampaknya membuat bangsa Indonesia menjadi gamang memaknai nasionalisme. Pentingnya Investasl nampaknya membuat bangsa Indonesia gamang terhadap ekonomi kerakyatan. Ekonomi Indonesia bergerak ke arah kapitalisme yang semakin absolut,” ungkap Heppy Trenggono, Pemimpin Gerakan Beli Indonesia dalam acara Gerakan Beli Indonesia yang menghadirkan Wakil Gubenur Jatim, Emil Elestianto Dardak di DBL Arena Surabaya, Sabtu (9/11/2019).

Di tengah arus globalisasi yang semakin deras, di tengah era revolusi Industri 4.0 yang melahirkan perubahan perilaku ekonomi masyarakat, di tengah kebangkitan China yang menggugah kesadaran nasionalisme bangsa bangsa di dunia, kita terpanggil untuk turut memberikan kontribusi nyata, untuk turut mencerdaskan bangsa.

Gerakan Beli Indonesia adatah sebuah gerakan pembangunan karakter bangsa. Gerakan ini dicetuskan pertama kali di Semarang pada tanggal 22 February 2011 lalu. Selanlutnya melalui Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (Panama) yang digelar di Solo, Gerakan ini dideklarasikan secara resmi oleh hampir 10.000 Pengusaha.

“Ada tiga tujuan kami menggelar acara ini yang dimeriahkan dengan penampilan para UMKM ini, yakni Membeli produk Indonesia yang diproduksi di sini dan pengusahanya orang-orang pribumi. Yang kedua membela bangsa serta menghidupkan persaudaraan,” jelas Heppy.

Hingga saat ini spirit Gerakan Beli Indonesia telah diterima dan dideklarasikan di 19 Kabupaten/Kota, di beberapa Universitas, Pesantren, Ormas, dan komunitas komunitas yang ada di Indonesia. Salah satu portofolio pelaksanaan Gerakan Beli Indonesia yang cukup dikenal masyarakat adalah Gerakan Beli Kulonprogo. Gerakan Beli Kulonprogo dideklarasikan pada 2012 dan dipimpin langsung oleh Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.

Gerakan Beli Kulonprogo telah berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 8 (delapan) persen hanya dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun. Hingga hari ini Kulonprogo berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 26 persen menjadi 14 persen.

Selain itu, dampak Gerakan Beli Kulonprogo yang bisa dilihat adalah dengan bertumbuhnya UMKM di Kulonprogo, terciptanya stabilitas harga hasil pertanian, dan Iahirnya produk produk Kulonprogo termasuk lahimya Batik asli Kulonprogo ‘Geblek Renteng” yang sebelumnya tidak pernah ada di Kulonprogo.

“Di beberapa kabupaten dan kota yang menerapkan gerakan Beli Indonesia telah menumbuh suburkan minat kewirausahaan pada pemuda dan mendorong lahirnya produk-produk lokal,” tandasnya. [rea/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar