Ekbis

Gandeng TNI, Bulog Kediri Kejar Target Serapan Beras Petani

Kediri (beritajatim.com) – Bulog Subdivre Kediri terus melakukan penyerapan beras petani untuk memenuhi target 23 ribu ton pada 2019. Dalam pengadaan beras ini, Bulog Kediri bekerjasama dengan TNI dan penggilingan padi serta gapoktan.

“Untuk pengadaan beras, Bulog bekerjasama dengan Kodim 0809 Kediri dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Panganan untuk menyerap gabah petani. Kami ditargetkan 23.075 ton dan baru terealisasi 15.123 ton,” kata Kepala Bulog Subdivre Kediri, Saidi, Jumat (6/9/2019).

Belum tercapainya target pengadaan beras, masih kata Saidi, karena musim panen sudah habis dan harga di tingkat penggilingan di atas HPP (Harga Pokok Penjualan). Bulog membeli beras medium di tingkat penggilingan Rp 8.030/kilogram (kg) sesuai Inpres No. 5 tahun 2015.

Untuk mencapai target pengadaan, Bulog Kediri melakukan berbagai upaya. Diantaranya, bekerjasama dengan para mitra dan penggilingan padi wilayah cakupan (Kota dan Kabupaten Kediri serta Kabupaten Nganjuk).

Dari pemantauan Bulog Kediri, harga beras di pasaran saat ini masih relative stabil. Tetapi Bulog sudah diperintahkan untuk melaksanakan operasi pasar, untuk stabilitasi harga menghadapi musim kemarau. Tujuannya agar tidak terjadi lonjakan harga.

Operasi pasar dilaksanakan di dua pasar pencatatan yakni, di Pasar Pahing dan Pasar Setono Betek, Kota Kediri. Bulog juga mengisi beras di Toko Pangan, dan Rumah Pangan, serta berjualan di simpang Taman Sekartaji Kota Kediri, supaya masyarakat tidak perlu berbondong bodong ke pasar dalam mendapatkan beras.

“Untuk stok operasi pasar tidak terbatas. Serapan kita sudah sebanyak 15 ribu ton. Sementara untuk harga jual beras ini Rp 8.100 mengambil sendiri di gudang dan para pedagang maupun distribustor tidak boleh menjual melebihi HET serta toko dan kiosnya harus dipasang spanduk. Sedangkan HET-nya sendiri Rp 9.450 /kg untuk beras medium,” beber Saidi.

Diakui Saidi, masyarakat mulai meminati beras operasi pasar yang dijual dengan harga Rp 8.100/kg tersebut. Menurutnya, tingkat antusias masyarakat tersebut karena melihat harga di pasaran untuk beras sekelas Bulog di pasaran sudah hampir mencapai harga Rp 9.000/kg, bahkan lebih. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar