Ekbis

Emak-emak di Mojokerto Ikuti Workshop Handicraft Transfer Painting

Sejumlah emak-emak mengikuti workshop handicraft transfer painting yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto mengembangkan program pustaka terapan berbasis inklusi sosial. Kegiatan kali ini yakni workshop handicraft diikuti puluhan masyarakat Kabupaten Mojokerto dari berbagai profesi.

Kegiatan yang berlangsung di gedung pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto diikuti peserta mulai dari ibu rumah tangga, pedagang konveksi, hingga guru. Transfer painting sendiri merupakan perpaduan teknik lukis dan sablon. Yakni melukis di kertas kemudian ditempel di atas kain.

Setelah ditempel di atas kain, baru dipanaskan dengan setrika. Transfer painting ini cocok diaplikasikan untuk motif hijab. Tampak sejumlah emak-emak tekun mempelajari transfer painting dalam workshop handicraft tersebut.

Kasi Kerjasama dan Promosi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto, Gatot Sukowaluyo mengatakan, melalui kegiatan pustaka terapan berbasis inklusi sosial tersebut diharapkan pemerintah mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam hal pengetahuan dan pelatihan.

Hasil workshop handicraft transfer painting yang diikuti emak-emak. Foto : misti/beritajatim

“Kita memfasilitasi kebutuhan masyarakat, kebutuhan masyarakat kan beragam. Kalau butuh memasak, kita sediakan coocking class. Kalau butuh handicraft, ya kita sediakan. Seminggu biasanya satu sekali, tergantung kesiapan bahan yang akan digunakan. Yang penting setiap bulan pasti ada,” ungkapnya, Rabu (21/8/2019).

Peserta diberikan pelatihan teori hingga praktik sejak dasar. Workshop yang diadakan melalui pustaka terapan berbasis inklusi sosial ini sebisa mungkin dirancang aplikabel. Dengan harga bahan-bahan yang ekonomis, diharapkan masyarakat mampu mengaplikasikannya usai workshop.

“Siapa yang butuh nanti akan mendaftar. Misal kita mengadakan workshop batik, ya mereka yang membutuhkan pelatihan tentang batik akan datang. Jadi tidak hanya masyarakat yang punya dasar pembatik saja yang bisa ikut, untuk umum,” katanya.

Salah satu peserta, Nur Hayati (40) mengatakan, untuk mengikuti workshop tersebut, peserta tidak dipungut biaya. “Ada pengumuman di media sosialnya (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto, red), kita tinggal isi data di link website yang disediakan,” jelasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar