Ekbis

Dear Petani Ponorogo, Alokasi Pupuk Bersubsidi Turun 45 Persen

Salah satu jenis pupuk bersubsidi. (foto: Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan (Dipertahankan) Ponorogo melakukan berbagai upaya agar kebutuhan pupuk bersubsidi untuk petani tercukupi. Pasalnya alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun ini berkurang 45,20 persen, jika dibandingkan dengan tahun lalu.

”Tahun lalu, Ponorogo mendapat alokasi pupuk subsidi sebanyak 111.425 ton. Sedangkan tahun ini, total alokasi pupuk hanya 50.988 ton,” kata Kasi Pengelolaan Pupuk dan Pestisida Dipertahankan Ponorogo Samidi, Minggu (9/2/2020).

Tahu ini, alokasi terbanyak antara lain NPK sebanyak 20.676 ton, urea 14.527 ton, dan organik 6.524 ton. Selisih alokasi tahun ini dengan tahun lalu mencapai 61.437 ton, atau 45,20 persen. Keputusan Pemerintah tentang jumlah alokasi pupuk bersubsidi ini, kata Samidi berdasar Permentan 1/2020. Dalam peraturan menteri tersebut, disebutkan alokasi untuk daerah. Dan itu yang akan menjadi acuan. Salah satu solusi yang dilakukan oleh Pemkab, yakni melakukan pendampingan dan sosialisasi yang lebih masif kepada petani di bumi reyog.

”Dengan pengurangan alokasi ini, diharapkan para petani bisa menyesuaikan penggunaannya, salah satunya dengan mengikuti dosis anjuran dari pemerintah,” katanya.

Saat ini Pemkab Ponorogo mengusulkan tambahan lewat realokasi nasional, kepada Pemerintah Pusat. Saat penyerapan di satu daerah kurang, bisa dialihakan ke daerah lain. Cara itu, kata Samidi juga diterapkan di Ponorogo, tentunya dengan maksud untuk meratakan kebutuhan pupuk di tiap-tiap kecamatan.

”Kami juga mengusulkan tambahan alokasi pupuk bersubsidi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar