Ekbis

Cuaca Mendukung, Petani Garam Sumenep Bisa Panen Akhir Mei

Sumenep (beritajatim.com) – PT Garam (Persero) memprediksi, akhir bulan Mei 2019, para petani garam di Sumenep mulai bisa memanen garamnya, dengan catatan cuaca mendukung.

“Kalau cuacanya panas terus, tidak ada hujan, maka kami perkirakan, akhir bulan ini garam sudah mulai bisa dipanen,” kata Direktur Utama PT Garam (Persero), Budi Sasongko, Senin (20/05/2019).

Ia memaparkan, saat ini para petani garam mulai menggarap lahannya untuk persiapan produksi garam. Diantaranya mengalirkan ‘air tua’ (sari air laut yang akan diolah menjadi kristal atau butiran garam: red).

“Saat ini air tua sudah ada di lahan petani, siap diolah supaya menjadi kristal. Semoga saja cuaca mendukung untuk memaksimalkan produksi garam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, apabila tidak ada hujan, maka panen perdana garam bisa dilakukan akhir Mei. “Cuaca memang sangat menentukan produksi garam. Karena kami masih bergantung pada matahari,” ucapnya.

Pada tahun 2019, PT Garam (Persero) menargetkan produksi garam mencapai 450 ribu ton. Target itu meningkat dibanding tahun 2018 sebanyak 300 ribu ton untuk satu musim. Naiknya target produksi garam itu lantaran musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih panjang dibanding tahun lalu.

PT Garam memiliki luas lahan sekitar 5.600 hektare. Lahan tersebut tersebar di Sumenep, Pamekasan, dan Sampang, serta di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dari 5.600 hektare itu yang dimanfaatkan untuk produksi garam seluas 4.500 hektare. Sedangkan sisanya berupa fasilitas pendukung, seperti kantor, gudang, dan jalan. (tem/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar