Ekbis

Bupati Jember Lakukan Verifikasi dan Validasi Kelompok Tani

foto/ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – Kelompok-kelompok tani yang ingin meminjam combine pengolahan padi dari Dinas Pertanian Kabupaten Jember, Jawa Timur, harus bersabar. Pemerintah Kabupaten Jember tengah melakukan kajian terhadap peminjaman tersebut.

“Bupati melakukan verifikasi dan validasi (verval) kelompok tani. Ada kelompok tani yang didirikan karena proyek. Baru setelah verval, bupati mengeluarkan keputusan tentang kelompok tani yang layak. Ini menghindari kesalahan sasaran atau tidak tepat sasaran,” kata Pelaksana Tugas Kepala Disperta Jember Ahmad Imam Fauzi, Minggu (24/3/2019).

Verifikasi dan validasi masih berjalan sampai pertengahan April. Fauzi lupa berapa kelompok yang diverifikasi dan divalidasi. “Yang jelas verval ini memastikan agar (peminjaman) tepat sasaran, ada dimensi keadilan,” katanya. Dari hasil verifikasi dan validasi ini, kelompok tani yang berdiri karena kepentingan proyek dan kepentingan sesaat secara alamiah akan habis.

Fauzi menegaskan, bupati akan meminjamkan combine itu kepada kelompok tani yang benar-benar membutuhkan. “Utamanya petani yang benar-benar miskin, sehingga nanti (penggunaannya) gratis. Nanti ditata apakah betul kelompok taninya ini. Kan tidak semuanya jelek,” katanya.

Pemkab Jember ingin tercipta keadilan. “Ada alat kendali bupati terhadap siapa-siapa yang membutuhkan. Siapa yang butuh. Siapa yang layak, siapa yang tidak. Toh butuhnya terbatas, nanti kami atur biar adil,” kata Fauzi.

Kelompok tani sudah membuat proposal untuk perpanjangan masa peminjaman combine ini dan memasukkannya ke Disperta dua tiga bulan terakhir. Namun hingga memasuki masa panen saat ini, permohonan itu belum dikabulkan. Padahal, menurut Ketua Kontak Nelayan Tani Andalan Jember Sucipto, combine sangat membantu petani saat panen. “Pertama, untuk mengurangi loses atau kehilangan (isi gabah). Hasil gabah juga lebih bagus dan lebih mahal dibandingkan dengan manual,” katanya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar