Ekbis

BUMD Perkebunan Jember Kelebihan Jumlah Pekerja

Jember (beritajatim.com) – Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan milik Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki kelebihan jumlah pekerja. Hal ini berdampak pada biaya operasional perusahaan.

Jumlah pekerja PDP saat ini 2.423 orang. “Karyawan PDP Kahyangan cukup besar. Idealnya, menurut Kantor Akuntan Publik yang kami pakai, kurang lebih seribu orang,” kata Direktur Utama PDP Kahyangan Hariyanto, Senin (11/2/2019).

Peraturan daerah mengharuskan PDP memiliki tanggung jawab sosial dengan menyerap tenaga kerja dari sekitar kebun sebanyak-banyaknya. Namun di sisi lain, perusahaan dituntut untuk profit. “Ini dua hal yang sulit diselesaikan bersama-sama, karena kalau kami mau profit maka harus mengurangi tenaga kerja,” kata Hariyanto.

Berlebihnya jumlah tenaga kerja berdampak pada gaji. Jika PDP memaksakan diri membayar karyawan sesuai upah minimum kabupaten (UMK) 2019, maka setiap bulan harus menyediakan uang Rp 2,17 miliar. “Setahun Rp 44,219 miliar,” kata Hariyanto.

Itulah kemudian dijadikan alasan PDP untuk mengajukan penangguhan upah. Pasalnya, jika menggunakan UMK 2018, maka perusahaan hanya perlu mengeluarkan biaya Rp 39,046 miliar setiap tahun. Ada selisih Rp 5,172 miliar.

Pendapatan perusahaan dalam satu tahun sesuai laporan keuangan sebesar Rp 46 miliar. “Sehingga apabila kami mengikuti UMK yang dipersyaratkan, maka hanya akan ada selisih (pendapatan) Rp 2 miliar. Menurut akuntan publik, bisa dikategorikan perusahaan tidak sehat,” kata Hariyanto. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar