Ekbis

Bulog Jember Mulai Beli Gabah Petani Hari Ini

Jember (beritajatim.com) – Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional XI Jember mulai menyerap gabah petani, Jumat (29/3/2019). Kepala Sub Divisi Regional XI Bulog Jember Jamaludin mengatakan, gabah petani dibeli dengan harga Rp 3.700 per kilogram.

Syaratnya, gabah petani tersebut memiliki kadar air 28 persen dan hampa kotoran 12 persen. “Sebenarnya standar Perum Bulog kadar air 25 persen dan hampa kotoran 10 persen. Jadi kami rafaksi dengan standar kualitas perum Bulog,” kata Jamaludin.

Target serapan dari Perum Bulog untuk Jember sekitar 35 ribu ton dalam satu tahun. “Yang sesuai standar kualitas kami, semaksimal mungkin kami serap. Saat itu baru terserap 16 ton untuk GKG (Gabah Kering Giling) dan 10 ton untuk GKP (Gabah Kering Panen),” kata Jamaludin. Bulog menyisir ke sejumlah daerah di Jember yang sudah panen.

Sebelumnya, petani di Jember melakukan protes karena rendahnya harga gabah saat panen. Forum Komunikasi Petani Jember berunjuk rasa memproted anjloknya harga padi di depan gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Kamis (28/3/2019).

Mereka juga sempat membawa dua ikat padi dan membakarnya sebagai tanda kekecewaan. “Ini simbol matinya nurani yang peduli pada nasib petani, karena saat harga jatuh tidak ada yang peduli,” kata Ketua FKPJ Jumantoro.

Jumantoro mengatakan, harga gabah saat ini berada pada kisaran Rp 2.500 – 3.000 per kilogram. “Lebih murah daripada bekatul pakan babi,” katanya.

Harga pembelian pemerintah Rp 3.700 sudah tak relevan dengan ongkos operasional petani. Jumantoro menyebut angka Rp 4.300 per kilogram sebagai angka ideal pembelian oleh Badan Urusan Logistik kepada petani. Masalahnya, saat ini Bulog belum membeli gabah petani, karena stok masih banyak di gudang. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar