Ekbis

Bulan Ramadan, Pengrajin Songkok Kebanjiran Order

Gresik (beritajatim.com) – Pengrajin songkok Gresik mulai kebanjiran order di Bulan Ramadan 1440 H. Dari sekian songkok yang diproduksi. Songkok bermotif bludru ber-AC, atau anti lecek.

Selain nyaman dipakai, songkok karya para santri pondok pesantren ini. Berbahan tanpa kertas sehingga, lebih ringan, tahan lama, dan tidak panas.

Salah satu pengrajin songkok yang kebanjiran order adalah Muhammad Sholihin (33) pengrajin dari Yayasan Pondok Pesentren Qomaruddin di Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Gresik.

Menurut Sholihin, saat ini pesanan songkok terus meningkat hingga 300 persen. Dari semula 100 kodi menjadi 325 kodi per bulannya.

“Rata-rata pesanan paling banyak songkok beludru ber-AC anti lecek. Motif songkok itu paling banyak diminati masyarakat. Pasalnya, menggunakan bahan tanpa kertas,” ujarnya, Rabu (8/05/2019).

Ia menambahkan, songkok produksi para santri ini lebih ringan, dan enak dipakai. Sebab, bahan bakunya bukan dari kertas.

“Selain songkok bermotif ber-AC anti lecek. Songkok lukis, dan songkok biasa juga meningkat ordernya hingga 200 persen dibanding hari biasa,” tambahnya.

Demi memenuhi pesanan lanjut Sholihin, para santri harus bekerja lembur hingga dini hari. Hal itu dilakukan agar dapat memenuhi pesanan yang terus berdatangan dari berbagai wilayah Indonesia.

Sementara, KH.Muhammad Alaudin selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin menuturkan, melalui ketrampilan ini diharapkan menjadi bekal santri untuk menciptakan lapangan kerja setelah lulus menempuh pendidikan di pondok pesantren.

“Di tingkat pengrajin harga jual songkok beludru ber-AC anti lecek dijual dengan harga bervariatif mulai dari Rp 30 hingga Rp 120 ribu per potong,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar