Ekbis

Bulan Ramadan, Omset Kerajinan Beduk di Kediri Naik Tajam

Kediri (beritajatim.com) – Bulan suci Ramadan membawa berkah bagi perajin beduk di Kediri. Tingginya permintaan, membuat omset penjualan mereka meningkat tajam hingga 50 persen.

Perajin beduk ini ada di Desa Mondo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Mereka mengaku menerima pesanan dari dalam dan luar negeri pada momentum bulan puasa ini. Pemesan paling banyak datang dari sekitaran Kediri meliputi, Blitar dan Tulungagung. Perajin mampu menyelesaikan satu beduk lengkap dengan piranti penyangga dalam waktu satu minggu.

“Alhamdulillah ada peningkatan pemesanan. Apabila sebelumnya satu bulan satu sampai dua beduk, bulan ini bisa sampai 5 bahkan 6 beduk dalam satu bulan,” kata Sivaur Rizal, perajin Beduk Desa Mondo, Rabu (8/5/2019).

Siva merupakan generasi kedua dari ayahnya Muksim. Dia mendapatkan keterampilan membuat beduk dari sang ayah. Sementara usaha keluarga ini sudah bertahan selama 30 tahun. Selain memproduksi, di tempat ini juga mampu mereparasi beduk yang rusak.

Untuk satu beduk dijual dengan harga terendah Rp 5 juta. Sedangkan harga tertinggi Ro 45 juta untuk ukuran paling besar dengan diameter 1 meter. Perajin mengaku, saat ini mengalami kesulitan mendapatkan bahan kayu, karena kayu berukuran besar mulai langka. Biasanya, perajin memilih kayu dari jenis trembesi, dan kulit dari sapi sebagai bahan baku utama. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar