Ekbis

Bisnis Bekicot, Sugeng Kantongi Rp 5 Juta Perhari

Banyuwangi (beritajatim.com) – Bekicot bagi sebagian orang menjadi hewan yang dipandang sebelah mata. Binatang melata dalam nama Achatina Fulica ini juga dibilang hama.

Namun kondisi ini berbeda di Banyuwangi. Siapa sangka di tangan Sugeng, warga Dusun Trembelang, Desa/ Kecamatan Cluring ini, keong berwarna coklat dan berlendir tersebut justru memberikan berkah tersendiri.

Jenis siput darat yang tergolong dalam suku Achatinidae ini, bahkan menjadi sumber mata pencaharian sehari-hari. Bahkan, belasan tahun pria paruh baya ini menggeluti usahanya. “Kurang lebih 18 tahun saya usaha pengepul bekicot. Sudah berbagai macam saya rasakan, mulai dari nol saya menggagas ini,” kata Sugeng saat ditemui di rumahnya, Senin (15/4/2019).

Bahkan, usahanya terbilang tak lekang oleh waktu. Dari masa ke masa, permintaan akan daging bekicot justru semakin tinggi. “Daging bekicot banyak dinikmati masyarakat, untuk kebutuhan komsumsi camilan,” katanya.

Tak hanya sebagai konsumsi pribadi, kata Sugeng, bekicot hasil dari kiriman warga itu juga dikirim ke luar daerah. Bahkan, hasilnya juga sebagai barang komoditi ekspor. “Kami mengirim ke juragan di Blitar dan beberapa kota lain dan sampai ke luar negeri,” katanya.

Rata-rata, pemilik UD Duta Keong Mas ini mampu mengumpulkan bekicot sebanyak 1 ton perhari. Harganya Rp 5000 perkilo. Artinya, Sugeng mampu meraup penghasilan Rp 5 juta perhari. “Terakhir itu dapat permintaan sampai 7 ton ke luar daerah. Kalau dijual lagi biasa harganya beda, antara Rp 6000 sampai Rp 7000,” ungkapnya.

Akan tetapi, lanjut Sugeng, bekicot juga ada masanya. “Musim ramai itu pas bareng musim hujan, biasanya antara Juni sampai Desember. Seperti saat ini juga masih ada. Tapi, kalau kemarau itu sepi,” ujarnya.

Dirinya selalu bersyukur atas pencapaiannya saat ini. Meski, banyak usaha lain yang memberinya pilihan, tapi bisnis bekicot memberi jalan lebih untuk mengais rejeki. “Kiatnya adalah ketekunan, sedikit demi sedikit hasilnya disyukuri. Itu kunci keberhasilannya,” pungkas Sugeng. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar