Ekbis

Begini Dirut BUMN Menjinakkan Api yang Berkobar

Gresik (beritajatim.com)– Ada pemandangan lain di bulan keselamatan, dan kesehatan kerja (K3) di salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satu perusahaan yang dimaksud adalah produsen pupuk regional yang ber-home based di Gresik, PT Petrokimia Gresik (PG).

Saat terjadi kebakaran hebat. Bukan hanya karyawan saja yang turun bagaimana menjinakkan api yang berkobar. Namun, sejumlah petinggi (Direksi) juga turun ke lapangan turut memadamkan si jago merah.

Semua kejadian itu, merupakan simulasi di rangkaian kegiatan K3 sewaktu terjadi kebakaran. Dengan mengenakan baju warna oranye serta helm warna kuning muda. Dirut Rahmad Pribadi berangkat ke lokasi terjadi kebakaran dengan mengendarai kendaraan pemadam kebakaran Truk Bronto Skylift F32RLX yang dibeli langsung dari negara Finlandia.

Tanpa ada rasa canggung mantan Direktur SDM & Umum PT PG itu, memimpin langsung memadamkam api yang berkorbar didampingi jajaran direksi lainnya.

“Ayo segera merapat ikuti prosedur sebelum memadamkam api,” pintanya kepada karyawannya, Selasa (19/02/2019).

Setelah berjibaku kurang dari 30 menit. Kobaran api yang membumbung tinggi bisa dipadamkan. Selanjutnya, dalam formasi memberi aba-aba. Rahmad Budi tetap memberi komando agar terus melakukan pembasahan meski api telah padam.

“Simulasi seperti ini merupakan aspek dari budaya K3. Tidak hanya bagi karyawan, dan mitra namun sudah harus melibatkan masyarakat sekitar perusahaan,” tutur Rahmad Pribadi.

Ia menambahkan, tujuan kegiatan ini juga untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan, kesiapan, dan keterampilan karyawan serta pihak terkait sekaligus menguji respon terhadap kondisi darurat pabrik.

“Penerapan budaya K3 yang melibatkan pihak terkait dan masyarakat sekitar menjadi sangat penting. Hal ini karena PG memiliki kompleksitas fasilitas produksi yang cukup tinggi,” tambahnya.

Sementara, Bambang (28) warga asal Kelurahan Tlogopojok, Gresik menyatakan kegiatan seperti ini sangat positif mengingat daerahnya merupakan ring satu karena berdekatan dengan pabrik PG.

“Kami sangat senang dilibatkan langsung dalam kegiatan K3. Sehingga, bisa mengetahui langsung bagaimana melakukan tindakan sewaktu terjadi kondisi darurat,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar