Ekbis

Banyuwangi Cetak Pemuda Jadi Entrepreneurship

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi akan menggelar Young Enterpreneurship Festival pada 20 – 21 Maret 2019 yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sayu Wiwit, Jalan Ahmad Yani. Di Festival ini ratusan pemuda generasi milenial akan dilatih berbagai keahlian di bidang e-commerce dan aneka ketrampilan praktis lainnya guna menyambut era industri 4.0

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, saat ini dunia tengah memasuki era industri 4.0 yakni sebuah era industri yang didominasi pengunaan teknologi digital dan internet.

“Di era ini generasi muda kita dihadapkan oleh tantangan dan persaingan usaha yang semakin berat. Mereka perlu dibekali dengan ketrampilan yang tepat untuk memasuki era industri ini,” kata Bupati Anas, Rabu (20/3/2019).

Salah satu yang dilakukan oleh Banyuwangi adalah dengan menggelar Festival Young Enterpreneurship. Di even ini, generasi milenial akan dibekali ilmu dan keahlian praktis dunia online salah satunya pelatihan e-commerce. Pelatihan ini akan diikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari masyarakat umum, santri dan ibu-ibu milenial.

“Kami menyasar tiga segmen ini, karena ketiganya punya potensi yang sangat bisa dikembangkan. Tidak hanya pemuda umum, tapi santri dan ibu-ibu muda generasi milenial juga perlu mendapatkan bekal pelatihan untuk bisa mandiri,” terang Anas.

Sedangkan untuk pemateri pelatihan akan diisi oleh pihak yang mumpuni di bidang e-commerce, di antaranya dari Google dan Start Up Warung Pintar.

“Kami ingin para generasi milenial ini mendapatkan ilmunya langsung dari pelaku utama di dunia online, seperti Google yang menjadi perusahaan arus utama di bidang teknogi komunikasi dan internet. Sedangkan Start Up Warung Pintar merupakan perusahaan yang mengembangkan jejaring warung berbasis teknologi dan internet. Pengalaman dari keduanya tidak perlu diragukan,” ujar Anas.

Selain pelatihan e-commerce, Festival Young enterpreneurship juga menghadirkan sharing session dari komunitas usaha yang ada di daerah seperti komunitas desainer, desain grafis, barbershop, clothing, arsitek muda, kuliner kreatif, photografi dan barista. Sharing sesion ini sebagai bekal inspirasi usaha bagi generasi milenial.

“Kalau pelatihan e-commerce kan pemuda dibekali cara pemasaran secara online, nah untuk inspirasi apa yang akan dipasarkan lewat e commerce tersebut, bisa didapat dari sharing session ini. Peserta akan dikenalkan ragam usaha dan cerita jatuh bangun hingga kesuksesannya. Ini juga sebagai alternatif inspirasi usaha diluar e-commerce,” cetusnya.

Sementara itu ditambahkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Budi Santoso, Festival Young Enterpreneurship akan berlangsung selama dua hari yakni 20 dan 21 Maret. Selain pelatihan e-commerce dan sharing session juga akan dimeriahkan performance live musik dan art competiton. Juga bakal ada enterpreneur booth yang bakal memamerkan produk dan usaha enterpreneur lokal.

“Jadi selain sharing session, komunitas seperti desainer, desain grafis, barbershop dan lainnya bakal membuka booth, peserta bisa melihat proses produksi hingga hasil produknya,” pungkas Budi. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar